User Rating: 0 / 5

Star inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactive
 

 

Selengkapnya

 

PROPOSAL PENGEMBANGAN PUSAT UNGGULAN IPTEKS POLTEKKES KEMENKES BENGKULU

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENANGGULANGAN STUNTING BERBASIS KESEHATAN IBU DAN ANAK

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLTEKKES KEMENKES BENGKULU

JALAN INDRAGIRI NO.3 BENGKULU

TEPL/FAX : 0736341212, EMAIL: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

DAFTAR ISI

 

 

Halaman Pengesahan

Daftar  Isi

Abstrak

 

BAB I             PENDAHULUAN

  1.  Latar Belakang
  2.  Perumusan Masalah
  3. Tujuan Pengembangan

 

BAB II            ANALISIS KESENJANGAN (GAB ANALYSIS)

  1. Kondisi Saat Ini
  2. Kondisi yang diharapkan sebagai PUI-PK
  3. Gab Analysis

 

BAB III          PROGRAM DAN KEGIATAN

  1. Program Pengembangan Institusi
  2. Program Penelitian dan Pengembangan
  3. Program Desiminasi Hasil-hasil Kegiatan
  4. Waktu Pelaksanaan Program dan Kegiatan
  5. Perincian Anggaran

 

BAB IV          HASIL YANG DIHARAPKAN

  1. Sasaran/Hasil Akhir
  2. Outcome dan Impact
  3. Sasaran Kegiatan

 

DAFTAR PUSTAKA

 

LAMPIRAN

  1. Profil Organisasi PUI-PK
  2. Daftar SDM
  3. Daftar Peralatan

 

 

ABSTRAK

 

           

Indonesia masih menghadapi permasalahan gizi yang berdampak serius terhadap Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).Salah satu masalah gizi yang menjadi perhatian utama saat ini adalah masih tingginya anak balita pendek (Stunting). Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2010 dan 2013, dan Pemantauan Status Gizi Tahun 2015 dan 2017, menunjukan prevalensi stunting masih tinggi dan tidak menurun mencapai batas ambang WHO. Riskesdas Tahun 2010 mencapai 35,6% dan Tahun 2013 mencapai 37,2 %  (Balitbangkes, 2013) serta Pemantauan Status Gizi (PSG) Tahun 2015 (29.0%) dan  Tahun 2017 (29,6 %).

Proposal Pengembangan Pusat Unggulan IPTEKS Poltekkes Kemenkes ini diajukan berdasarkan Perpres No. 2 Tahun 2015 tentang RPJMN 2015-2019 dan Instruksi Kepala Badan PPSDM Kes Kemenkes RI No. DP.03.01/3000716/2017 tanggal 28 Februari 2017 sebagai cikal bakal terbentuknya PUI-PK atau Center of Excellence pendidikan tinggi tenaga kesehatan. Selain itu berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Bengkulu Nomor: 316 DINKES Tahun 2018 tentang Pembentukkan Kelompok Kerja Daerah Skrining Bayi Baru Lahir Provinsi Bengkulu merupakan salah satu bentuk dukungan kebijakan Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam penanggulangan stunting melalui skrining hipertiroid congenital, sehingga institusi Poltekkes Kemenkes Bengkulu perlu membentuk pusat unggulan institusi penanggulangan stunting berbasis kesehatan ibu dan anak. Anggota tim CoE berasal dari berbagai disiplin ilmu kesehatan yang akan melakukan kajian-kajian yang berkaitan dengan stunting melalui konsep Interprofessional Education (IPE) dan Interprofessional Colaboration (IPC). Pemilihan unggulan stunting ini dikarenakan faktor yang berpengaruh terhadap stunting adalah asupan zat gizi yang dipengaruhi oleh perawatan anak dan ibu hamil.  Penanggulangan stunting dapat dilakukan melalui perawatan kesehatan ibu sepanjang daur kehidupan melalui persiapan remaja puti sebagai calon pengantin, pada masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) melalui pemberian ASI Ekslusif, penyediaan lingkungan sehat, MP ASI berkualitas, makanan yang cukup dan berkualitas serta perilaku hidup bersih dan sehat.

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. Latar Belakang

 

Stunting merupakan bentuk kegagalan pertumbuhan (growth faltering) tinggi badan akibat akumulasi ketidakcukupan nutrisi yang berlangsung lama mulai dari kehamilan sampai usia 24 bulan (Bloem et al, 2013). Keadaan ini diperparah dengan tidak terimbanginya kejar tumbuh (catch up growth) yang memadai (Kusharisupeni, 2002). Indikator yang digunakan untuk mengidentifikasi balita stunting adalah berdasarkan indeks tinggi badan menurut umur (TB/U) menurut standar WHO child growth standart dengan kriteria stunting jika nilai z score TB/U < -2 Standard Deviasi (SD) (Picauly & Toy, 2013).Periode balita merupakan periode yang menentukan kualitas kehidupan sehingga disebut dengan periode emas. Periode ini merupakan periode yang sensitif karena akibat yang ditimbulkan terhadap bayi pada masa ini akan bersifat permanen dan tidak dapat dikoreksi (Mucha, 2013).

WHO menggunakan cut of point prevelensi stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berat bila mencapai 30 – 39% dan menjadi masalah serius bila prevalensinya ≥ 40% (WHO, 2010).Berdasarkan batasan tersebut, maka secara global stunting merupakan masalah dunia, karena beberapa negara angka kejadian stunting di atas 30%.World Health Statistics melaporkan bahwa prevalensi stunting di dunia sebesar 26,7% (WHO, 2012). Laporan UNICEF memposisikan Indonesia masuk dalam lima besar negara dengan jumlah anak dibawah lima tahun yang mengalami stunting tinggi (UNICEF, 2013a). Kondisi prevalensi stunting di Indonesia menunjukkan masalah besar bahkan masalah serius, dan variasi yang sangat lebar antar propinsi, dengan prevalensi stunting terendah di Kepulauan Riau, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, dan Kalimantan Timur (<30%) sampai yang tertinggi (>50%) di Nusa Tenggara Timur. Laporan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2013 menunjukkan bahwa prevalensi stunting secara nasional tahun 2013 adalah 37,2%, terdiri dari 18,0% sangat pendek dan 19,2 % pendek. Angka ini menunjukkan terjadi peningkatan prevalensi dibandingkan tahun 2010 (35,6%) dan 2007 (36,8%). Pada tahun 2013 prevalensi sangat pendek menunjukkan penurunan, dari 18,8% tahun 2007 dan 18,5% tahun 2010. Prevalensi pendek meningkat dari 18,0% pada tahun 2007 menjadi 19,2% pada tahun 2013. Indonesia dengan 34 propinsi, sebanyak 14 provinsi termasuk prevalensi stunting kategori berat, dan sebanyak 15 provinsi termasuk kategori serius. (Balitbangkes, 2013).Hal ini menunjukkan bahwa penanggulangan stunting harus menjadi prioritas karena prevalensinya yang merupakan masalah berat bahkan masalah serius dengan dampak yang luas dan berlanjut dalam siklus kehidupan.

Stunting termasuk masalah kesehatan masyarakat karena berhubungan dengan meningkatnya risiko terjadinya kesakitan dan kematian, perkembangan motorik terlambat, dan terhambatnya pertumbuhan mental (Purwandini, 2013). Balita stunting cenderung lebih rentan terhadap penyakit infeksi, sehingga berisiko mengalami penurunan kualitas belajar di sekolah dan berisiko lebih sering absen (Yunitasari, 2012), mengalami penurunan prestasi akademik yang selanjutnya akan berpengaruh pada rendahnya kualitas sumber daya manusia (Unicef, 2013; Unicef Indonesia, 2013). Balita stunting memiliki risiko terjadinya penurunan kemampuan intelektual (Picauly & Toy, 2013), produktivitas rendah (Anugraheni, 2013), lebih rentan terhadap penyakit tidak menular (Unicef Indonesia, 2013) dan peningkatan risiko penyakit degeneratif di masa mendatang (Picauly & Toy, 2013; WHO, 2013; Crookston et al, 2013). Stunting juga meningkatkan risiko obesitas, karena orang dengan tubuh stunting berat badan idealnya juga rendah.Kenaikan berat badan beberapa kilogram saja bisa menjadikan Indeks Massa Tubuh (IMT) orang tersebut naik melebihi batas normal (Hoffman et al., 2000; Timaeus, 2012). Keadaan overweight dan obesitas yang terus berlangsung lama akan meningkatan risiko kejadian penyakit degeneratif (Anugraheni, 2013). Penelitian kohort prospektif di Jamaika, balita stunting juga berpengaruh pada gangguan perkembangan psikologi pada usia remaja, remaja lebih tinggi tingkat kecemasan, gejala depresi, dan memiliki harga diri (self esteem) rendah dibandingkan dengan remaja yang tidak terhambat stunting saat balita. Anak yang mengalami gangguan pertumbuhan sebelum berusia 2 tahun memiliki emosi dan perilaku yang buruk pada masa remaja akhir (Walker et al., 2007).

Banyak faktor yang menyebabkan tingginya masalah gizi pada balita.UNICEF (1990) mengembangkan kerangka teori bahwa status gizi, cacat dan kematian anak dipengaruhi oleh penyebab langsung dan tidak langsung.Asupan makanan yang kurang dan penyakit infeksi merupakan penyebab langsung terjadinya status gizi kurang.Penyebab tidak langsung adalah kurang ketersediaan pangan di rumah tangga, kurang perawatan ibu hamil dan anak, buruknya kualitas air/sanitasi lingkungan dan kurang pemanfaatan pelayanan kesehatan.Penyebab langsung dan tidak langsung juga dipengaruhi oleh masalah utama berupa kemiskinan, pendidikan rendah, lapangan kerja, ketersediaan pangan di masyarakat dan masalah dasar berupa krisis ekonomi dan politik (Hoffman, 2000).

Berbagai hasil penelitian menemukan faktor risiko stunting bersifat multifaktor,  diantaranya adalah panjang badan lahir, status ekonomi keluarga, tingkat pendidikan dan tinggi badan orang tua. Panjang badan lahir pendek merupakan salah satu faktor risiko stunting pada balita.Ibu dengan tinggi badan pendek lebih berpeluang untuk melahirkan anak yang pendek pula.Penelitian di Mesir menunjukkan bahwa anak yang lahir dari Ibu dengan tinggi badan kurang dari 150 cm lebih berisiko untuk tumbuh stunting (Zottarelli, 2007).  Penelitian di Semarang menunjukkan bahwa tinggi badan Ibu dan ayah yang pendek merupakan faktor risiko stunting pada anak usia 12-36 bulan (Candra, 2011; Nasikhah, 2012). Penelitian di wilayah miskin Peru menunjukkan bahwa stunting disebabkan karena defisiensi zat gizi dan infeksi (Victoria, 1998). Sementara Reyes et al (2004) meneliti di wilayah perdesaan dan perkotaan miskin Meksiko menemukan faktor pelindung (protektif) anak dari stunting adalah faktor pengasuhan.Anak-anak yang dirawat secara eksklusif oleh ibu terbukti terhindar dari stunting.Status ekonomi keluarga dan pendidikan orang tua juga merupakan faktor risiko kejadian stunting pada balita.Anak pada keluarga dengan tingkat ekonomi rendah lebih berisiko mengalami stunting karena kemampuan pemenuhan gizi yang rendah, meningkatkan risiko terjadinya malnutrisi (Fernald, 2007). Zottarelli et al (2007) membuktikan bahwa prevalensi balita stunting meningkat dengan rendahnya tingkat pendidikan ibu. Prevalensi stunting pada ibu dan ayah berpendidikan rendah adalah 22,56% dan 23,26%, sementara pada ibu dan ayah berpendidikan yang tinggi adalah 13,81% dan 12,53%. Ramli et al (2009) menemukan bahwa di Maluku Utara usia anak, jenis kelamin anak, jumlah makanan keluarga per hari, pendapatan serta pekerjaan ayah merupakan faktor risiko stunting.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui program Scalling-Up Nutrition Movement (SUN Movement) melakukan intervensi yang berfokus pada 1000 hari pertama kehidupan untuk mencegah dan menanggulangi masalah gizi termasuk stunting (SUN, 2012).Pemerintah Indonesia juga menjadi bagian SUN Movement dengan membuat kebijakan gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang diperkuat dengan Peraturan Presiden RI No. 42 tahun 2013.Komite SUN Inggris merekomendasikan intervensi yang spesifik dan intervensi sensitif.Intervensi spesifik, berupa tindakan atau kegiatan yang ditujukan khusus untuk kelompok 1000 HPK, bersifat jangka pendek dan hasilnya dapat dicatat dalam waktu relatif pendek. Kegiatan umumnya dilakukan oleh sektor kesehatan, seperti imunisasi, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) ibu hamil dan PMT balita, monitoring pertumbuhan balita di Posyandu, suplemen tablet besi-folat ibu hamil, promosi ASI Eksklusif, Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) dan sebagainya. Sedangkan intervensi sensitif adalah kegiatan pembangunan di luar sektor kesehatan, berupa penyediaan air bersih, sarana sanitasi, berbagai penanggulangan kemiskinan, ketahanan pangan dan gizi, fortifikasi pangan, pendidikan dan KIE Gizi, pendidikan dan KIE Kesehatan, kesetaraan gender, dan lain-lain. Dampak kombinasi dari kegiatan spesifik dan sensitif bersifat langgeng (sustainable) dan jangka panjang (Department for International Development, 2011). Berbagai upaya sensitif dan spesifik telah dilakukan untuk perbaikan gizi ibu hamil, bayi dan balita namun kenyataannya masalah stunting masih tinggi (SUN, 2012). Hal ini dikarenakan keterlibatan para pemangku kepentingan dalam mengatasi ketidaksetaraan sosial dan kesehatan sambil menerapkan intervensi sensitive untuk mengatasi stunting anak masih mengalami banyak kendala seperti masalah biaya yang besar, infra stuktur, kebijakan politis, pendidikan yang rendah serta status ekonomi.Hal ini dikarenakan adanya keterkaitan antara faktor demografi dengan kejadian stunting.Ibu dengan tingkat pendidikan yang lebih rendah cenderung memiliki anak yang terhambat dan kurang dapat memperoleh informasi spesifik tentang stunting. Ibu dengan penghasilan rendah dan tingkat pendidikan yang rendah kemungkinan mengalami lebih banyakkesulitan dalam mendapatkan makanan yang cukup, bergizi dan beragam (WHO 2018).

Berdasarkan adanya kelemahan dari intervensi sensitif berupa kegiatan pembangunan di luar sektor kesehatan, berupa penyediaan air bersih, sarana sanitasi, berbagai penanggulangan kemiskinan, ketahanan pangan dan gizi, fortifikasi pangan, pendidikan dan KIE Gizi, pendidikan dan KIE Kesehatan, kesetaraan gender, dan lain-lain maka Poltekkes Kemnekes Bengkulu akan mengembangkan Pusat Unggulan Institusi penangulangan stunting berbasis Kesehatan Ibu dan Anak. Dalam pusat unggulan ini kami menekankan intervensi penggulangan stunting pada intervensi spesifik berbaisis kesehatan ibu dan anak, karena ibu merupakan orang yang lansung berkaitan dengan anak sepanjang daur kehidupan sehingga kesehatan ibu perlu diperhatikan.

Kami memfasilitasi ibu-ibu dalam mengembangkan pengetahuan agar dapat meningkatkan kualitas makanan yang dikonsumsi, memilih makanan yang bergizi dari lingkungan sekitar sehingga sesuai dengan standar kesehatan. Selain itu memberikan pengetahuan pada ibu tentang penyakit penyakit yang dapat meningkatkan risiko stunting, memfasilitasi pendidikan kelas ibu, pendidikan tentang konsumsi air bersih yang sesuai standar kesehatan dan program lainnya yang berhubungan dengan siklus hidup ibu dan anak. Kami percaya bahwa penanggulangan stunting berbasis kesehatan ibu dan anak dapat meningkatkan keberhasilan intervensi sensitive yang juga dapat melakukan beberapa intervensi spesifik pada kelompok sasaran.

Intervensi spesifik berbasis kesehatan ibu dan anak ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil, bayi baru lahir dan anak dan remaja putri dapat disampaikan melalui pemberian layanan berbasis masyarakat untuk mencegah dan menanggulangi stunting. Program untuk suplementasi asam folat, suplementasi mikronutrien multipel, pemberian vitamin K, atau pemberian ASI eksklusif, serta perawatan antenatal, perinatal dan postnatal dilakukan melalui upaya berbasis kesehatan ibu dan anak. Upaya layanan berbasis masyarakat yang bertujuan meningkatkan skill of life ibu perlu diupayakan karena memiliki potensi untuk meningkatkan kesehatan dan gizi anak pada populasi yang sulit dijangkau. Dengan dikembangkannya Pusat Unggulan Institusi penangulangan stunting berbasis Kesehatan Ibu dan Anak dipilih oleh Poltekkes Kemnekes Bengkulu diharapkan prevalensi stunting di Provinsi Bengkulu yang saat ini sebesar 27,5% dapat terus menurun (Riskesdas 2018)

Pemilihan Pusat Unggulan Penanggulangan Stunting Berbasis Kesehatan Ibu Dan Anak juga dilakukan berdasarkan capaian yang telah dilakukan yaitu:

  1. Hibah Penelitian Stategi Nasional Tahun 2019 tentang Efektivitas Intervensi Spesifik mellaui pendampingan Keluarga dalam pencegahan Stunting Berdasarkan Kelompok Periode 1000 hari pertama kehidupan
  2. Hibah Kementerian Agama  (Kanwil Agama Propinsi Begkulu) : Pemberdayaan Dan Pendampingan PetugasKonselor sebagai upaya  pencegahan Stunting di KUA Wilayah Kota Bengkulu Tahun 2018
  3. Hibah Dinas Kesehatan Propinsi Bengkulu : Pendampingan 1000 Ibu Hamil Resiko Tinggi Propinsi Bengkulu
  4. Hibah BKKN Tahun 2015 : Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dengan mitra atau jejaring yaitu bekerjasama dengan BKKBN Propinsi Bengkulu, Tentang pembentukan dan pembinanan PIK-R, BKR, UPPKS, BKL, PIK-R Community, PIK-R Restupas
  5. Hibah Badan Litbangkes Kemenkes RI Tahun 2014 penelitian Modifikasi Budaya Merunggu Pada Ibu Bersalin Suku Srawai dalam pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan, IMD dan ASI ekslusif di Desa Puguk Kabupaten Seluma
  6. Hibah DIPA BPPSDM : Pengembangan makanan lumat siap santap berbasis tepung lokal dan F100 sebagai makanan selingan pada balita gizi kurang.
  7. Hibah Balitbang Provinsi Bengkulu:  Kajian pengembangan Industri pangan lokal untuk memenuhi standar mutu berkelanjutan,
  8. Hibah BKKBN Pusat Tahun 2017: Pengaruh pemberdayaan kader gemari terhadapat pengetahun,sikap ibu usia remaja dalam perencanaan keluarga di Kabupaten Bengkulu Tengah Tahun 2017
  9. Hibah BKKBN Pusat Tahun 2018: Model hubungan usia pernikahan dan kehamilan usia remaja dengan kejadian stunting pada balita dan analisis kebijakan pendewasaaan usia perkawinan di Provinsi Bengkulu; 
  10. Hibah Internasional: Hibah Neys-Van Hoogstragen Foundation (NHF)  Tahun 2015 Determinan factors of vitamin D status of female worker at childbearing age.
  11. Hibah Internasional: Hibah Neys-Van Hoogstragen Foundation (NHF)  Tahun 2016 ; Income contribution, food consumptionIron deficincy anemia among women worker in Tea plantation an effect ol multinutriens supplement with nutrition education to increase their productivity
  12. Hibah Internasional  ; Hibah Neys-Van Hoogstragen Foundation (NHF)  Tahun 2017: Identification , preferensi and nutritional contribusi of traditional food  in the consumption pattern of households of farmers and fisherman in Bengkulu.

Berdasarkan capaian diatas, maka disadariakanpentingnyakeberadaansuatu organisasiCoE(CentreofExcellence)atauPusatUnggulanIPTEKSyang menaungi aktifitasyang berkaitandengan upaya penanggulangan stunting. Selain itu Surat Keputusan Gubernur Bengkulu Nomor: 316 DINKES Tahun 2018 tentang Pembentukkan Kelompok Kerja Daerah Skrining Bayi Baru Lahir Provinsi Bengkulu merupakan salah satu bentuk dukungan kebijakan Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam penanggulangan stunting melalui skrining hipertiroid congenital, oleh karena itu Poltekkes Kemenkes Bengkulu membentuk kelompok kerja dalam penanggulangan stunting. Mengingat upaya pencegahan stunting dimulai dari 1000 hari pertama kehidupan melalui pengelolaan kesehatan ibu hamil, peningkatan kesehatan pada masa bayi dan balita serta anak remaja dalam rangka persiapan menjadi ibu. Penanggulangan stunting dapat dilakukan melalui perawatan kesehatan ibu sepanjang daur kehidupan melalui persiapan remaja puti sebagai calon pengantin, pada masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) melalui pemberian ASI Ekslusif, penyediaan lingkungan sehat, MP ASI berkualitas, makanan yang cukup dan berkualitas serta perilaku hidup bersih dan sehat.

Dengandilakukannyastudi-studiyang berkaitandengan penanggulangan stunting melalui upaya berbasis kesehatan ibu dan anak maka diharapkan akan terjadi peningkatan  ilmu pengetahuan dan tehnologi serta akan menghasilkan produk penelitian yang dipublikasi pada jurnal internasional bereputasi dan nasional terakreditasi. Pengalaman metode pemecahan masalah melalui penanganan yang bersifat interprofesional kolaborasi akan meningkatkan luaran penelitian dan menghasilkan sumber daya manusia yang mampu bersaing secara global. Hasil produk terkait dengan peanggulangan stunting dapat dilakukan komersialisasi produk sehingga meningkatkan kemandirian institusi.

  1. Perumusan Masalah

 

Stunting termasuk masalah kesehatan masyarakat karena berhubungan dengan meningkatnya risiko terjadinya kesakitan dan kematian, perkembangan motorik terlambat, dan terhambatnya pertumbuhan mental (Purwandini, 2013). Berbagai upaya sensitif dan spesifik telah dilakukan untuk perbaikan gizi ibu hamil, bayi dan balita namun kenyataannya masalah stunting masih tinggi (SUN, 2012). Hal ini dikarenakan keterlibatan para pemangku kepentingan dalam mengatasi ketidaksetaraan sosial dan kesehatan sambil menerapkan intervensi sensitif untuk mengatasi stunting anak masih mengalami banyak kendala seperti masalah biaya yang besar, infra stuktur, kebijakan politis, pendidikan yang rendah serta status ekonomi.Ibu dengan tingkat pendidikan yang lebih rendah cenderung memiliki anak yang terhambat dan kurang dapat memperoleh informasi spesifik tentang stunting. Ibu dengan penghasilan rendah dan tingkat pendidikan yang rendah kemungkinan mengalami lebih banyakkesulitan dalam mendapatkan makanan yang cukup, bergizi dan beragam (WHO 2018).

Berdasarkan adanya kelemahan dari intervensi sensitif berupa kegiatan pembangunan di luar sektor kesehatan, maka Poltekkes Kemnekes Bengkulu akan mengembangkan Pusat Unggulan Institusi penangulangan stunting berbasis Kesehatan Ibu dan Anak. Kami percaya bahwa penanggulangan stunting berbasis kesehatan ibu dan anak dapat meningkatkan keberhasilan intervensi pada kelompok sasaran. Upaya layanan berbasis masyarakat yang bertujuan meningkatkan skill of life ibu perlu diupayakan karena memiliki potensi untuk meningkatkan kesehatan dan gizi anak pada populasi yang sulit dijangkau diharapkan dapat menurunkan prevalensi stunting di Provinsi Bengkulu dan di Indonesia (Riskesdas 2018)

  1.  Tujuan Pengembangan

Tujuan yang ingin dicapai dengan dibentuknya Pusat Unggulan Ipteks Poltekkes Kemenkes Penanggulangan Stunting Berbasis Kesehatan Ibu dan Anak adalah untuk mengakomodir semua kegiatan penelitiandanpenerapanteknologi terkait penanggulangan stunting berbasis Kesehatan Ibu dan Anak serta menginventarisirsemuacapaian/temuanyangdilakukan oleh penelitidariIndonesia

 

 BAB II

ANALISIS KESENJANGAN (GAB ANALYSIS)

1. Kondisi Saat Ini

 Laporan UNICEF memposisikan Indonesia masuk dalam lima besar negara dengan jumlah anak dibawah lima tahun yang mengalami stunting tinggi (UNICEF, 2013a). Kondisi prevalensi stunting di Indonesia menunjukkan masalah besar bahkan masalah serius, dan variasi yang sangat lebar antar propinsi, dengan prevalensi stunting terendah di Kepulauan Riau, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, dan Kalimantan Timur (<30%) sampai yang tertinggi (>50%) di Nusa Tenggara Timur. Laporan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2013 menunjukkan bahwa prevalensi stunting secara nasional tahun 2013 adalah 37,2%, terdiri dari 18,0% sangat pendek dan 19,2 % pendek. Angka ini menunjukkan terjadi peningkatan prevalensi dibandingkan tahun 2010 (35,6%) dan 2007 (36,8%). Pada tahun 2013 prevalensi sangat pendek menunjukkan penurunan, dari 18,8% tahun 2007 dan 18,5% tahun 2010. Prevalensi pendek meningkat dari 18,0% pada tahun 2007 menjadi 19,2% pada tahun 2013 (Kemenkes, 2013). Indonesia dengan 34 propinsi, sebanyak 14 provinsi termasuk prevalensi stunting kategori berat, dan sebanyak 15 provinsi termasuk kategori serius. (Balitbangkes, 2013).

Berbagai hasil penelitian menemukan faktor risiko stunting bersifat multifaktor,  diantaranya adalah panjang badan lahir, status ekonomi keluarga, tingkat pendidikan dan tinggi badan orang tua. (Zottarelli, 2007).  Penelitian di Semarang menunjukkan bahwa tinggi badan Ibu dan ayah yang pendek merupakan faktor risiko stunting pada anak usia 12-36 bulan (Candra, 2011; Nasikhah, 2012). Status ekonomi keluarga dan pendidikan orang tua juga merupakan faktor risiko kejadian stunting pada balita.Anak pada keluarga dengan tingkat ekonomi rendah lebih berisiko mengalami stunting karena kemampuan pemenuhan gizi yang rendah, meningkatkan risiko terjadinya malnutrisi (Fernald, 2007).Zottarelli et al (2007) membuktikan bahwa prevalensi balita stunting meningkat dengan rendahnya tingkat pendidikan ibu. Stunting termasuk masalah kesehatan masyarakat karena berhubungan dengan meningkatnya risiko terjadinya kesakitan dan kematian, perkembangan motorik terlambat, dan terhambatnya pertumbuhan mental (Purwandini, 2013).

Berbagai upaya sensitif dan spesifik telah dilakukan untuk perbaikan gizi ibu hamil, bayi dan balita namun kenyataannya masalah stunting masih tinggi (SUN, 2012). Hal ini dikarenakan keterlibatan para pemangku kepentingan dalam mengatasi ketidaksetaraan sosial dan kesehatan sambil menerapkan intervensi sensitive untuk mengatasi stunting anak masih mengalami banyak kendala seperti masalah biaya yang besar, infra stuktur, kebijakan politis, pendidikan yang rendah serta status ekonomi.Ibu dengan tingkat pendidikan yang lebih rendah cenderung memiliki anak yang terhambat dan kurang dapat memperoleh informasi spesifik tentang stunting. Ibu dengan penghasilan rendah dan tingkat pendidikan yang rendah kemungkinan mengalami lebih banyakkesulitan dalam mendapatkan makanan yang cukup, bergizi dan beragam (WHO 2018).

Berdasarkan adanya kelemahan dari intervensi sensitif berupa kegiatan pembangunan di luar sektor kesehatan, maka Poltekkes Kemnekes Bengkulu akan mengembangkan Pusat Unggulan Institusi penangulangan stunting berbasis Kesehatan Ibu dan Anak. Kami percaya bahwa penanggulangan stunting berbasis kesehatan ibu dan anak dapat meningkatkan keberhasilan intervensi pada kelompok sasaran. Upaya layanan berbasis masyarakat yang bertujuan meningkatkan skill of life ibu perlu diupayakan karena memiliki potensi untuk meningkatkan kesehatan dan gizi anak pada populasi yang sulit dijangkau diharapkan dapat menurunkan prevalensi stunting di Provinsi Bengkulu dan di Indonesia (Riskesdas 2018)

Untuk mendukung Pusat Unggulan Institusi Penanggulangan Stunting Berbasis Kesehatan Ibu dan Anak Poltekkes Kemenkes Bengkulu mempunyai Visi menjadi Perguruan Tinggi Kesehatan Unggul yang menghasilkan SDM mandiri dan kompetitif Tingkat Nasional tahun 2020. Institusi berada di bawah Badan Pemberdayaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, yang mendidik Sumber Daya Manusia Kesehatan jenjang Diploma III Keperawatan, Kebidanan, Gizi, Kesehatan Lingkungan, Analis, Farmasi dan Jenjang Diploma IV Kebidanan, Gizi, Promosi Kesehatan, Keperawatan . Pada Tahun 2018 ini Poltekkes Kemenkes Bengkulu disetujui untuk membukan Prodi Pendidikan Profesi Ners dan Profesi Bidan. Berdasarkan keputusan Menteri Keuangan RI No.19/KMK.05/2012 pada tanggal 30 Januari 2012 ditetapkan sebagai Satker Badan Layanan Umum (BLU) dan pada tanggal 14 Nopember 2017 tersertifikat ISO 9001 : 2015.  Jumlah dosen pada tahun 2019 sebanyak 114 orang dengan kualifikasi pendidikan S3 sebanyak 6 orang dan latar belakang pendidikan S2 sebanyak 107 orang. Jumlah dosen yang sedang menempuh pendiidkan S3 sebanyak 5 orang.

Poltekkes Bengkulu telah memiliki Unit Penelitan dan Publikasi Ilmiah (UPPI) yang menjadi pusat pengelolaan serta pengembangan kegiatan Penelitan dan Publikasi Ilmiah.  Jumlah penelitian yang telah didanai untuk periode 3 tahun terakhir sebanyak 242 judul penelitian, dengan dana penelitian sebesar Rp. 2.657.279.400  .Penelitian Hibah dari luar Institusi telah didapatkan oleh Poltekkes Kemenkes Bengkulu antara lain Hibah Nasional terkait Kesehatan Ibu dan Anak Tahun 2014 dua judul penelitian, Tahun 2016 2 Penelitian, Tahun 2017 1 Penelitian dan Tahun 2018 1 Penelitian. Penelitian hibah Internasional yang telah dilakukan pada Tahun 2016 - 2017 sebanyak 3 penelitian.

Karya ilmiah terkait tema Stunting dan Kesehatan Ibu dan Anak dan  sudah di publikasi pada jurnal Nasional, jurnal Internasional sebanyak 2, Jurnal nasional terakreditasi, nasional tidak terakreditasi, Prosiding Internasional, Prosiding Nasional dan menghasilkan karya berupa Buku.

Hibah Penelitian Nasional 3 buah (Badan Litbangkes dan BKKBN), hibah pengabdian masyarakat dari Dinas Kesehatan Provinsi 1 buah dan hibah dari Dinas Kesehatan Kota 1 buah.  Poltekkes Bengkulu juga melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat terkait kesehatan ibu dan Anak pada tahun 2017 telah dilaksanakan 54 kegiatan, dan Tahun 2018 telah dilakukan 28  kegiatan pengabdian masyarakat. Bentuk lain kegiatan pengabdian masyarakat yaitu kegiatan talk show di RRI Bengkulu tentang Kesehatan perempuan.

Poltekkes Sarana dan Prasarana yang dimiliki antara lain Guest House Training Center, perpustakaan, laboratorium terpadu kebidanan, keperawatan, gizi, analis, kesehatan lingkungan, promosi kesehatan, laboratorium bahasa dan multimedia, laboratorium computer, memiliki kerjasama lahan praktik berupa MOU dan MOA tingkat internasional 6 institusi yaitu Emilio Aquinaldo College, Escholar University, Malaka Medical Center Malaysia, SEAMEO RECFON, Lincoln University College, Burapha University Tahiland. Kerjasama tingkat Nasional dan lokal 145 intitusi.

2. Kondisi yang diharapkan sebagai PUI-PT

Dengan adanya PUI-PK atau CoE, maka diharapkan dapat mengakomodir penanggulangan stunting, para peneliti dapat berkolaborasi memanfaatkan teknologi dengan tepat sasaran karena adanya mitra dan jejaring hingga mencapai tujuan SDGs yaitu  menurunkan prevalensi stunting 20 % pada tahun 2030.

3. Gab Analysis

Belum ada integrasi antar professional kesehatan dalam deteksi, pencegahan dan penanggulangan. Program penanganan stunting sudah banyak dilakukan namun belum menunjukkan hasil yang signifikan. Keterlibatan para pemangku kepentingan dalam mengatasi ketidaksetaraan sosial dan kesehatan sambil menerapkan intervensi sensitif untuk mengatasi stunting anak masih mengalami banyak kendala seperti masalah biaya yang besar, infra stuktur, kebijakan politis, pendidikan yang rendah serta status ekonomi sehingga diperlukan penangulangan stunting berbasis kesehatan ibu dan anak yang bertujuan meningkatkan skill of life ibu karena memiliki potensi untuk meningkatkan kesehatan dan gizi anak pada populasi yang sulit dijangkau.

 

TABEL 1. DATA CAPAIAN KRITERIA BERDASARKAN KONDISI SAAT INI

Item

No

Kriteria

 

Deskripsi

Poltekkes Bengkulu

Pusat Unggulan Interprofesional Education-Interprofesional Colaboration Kesehatan Ibu Dan Anak (PU IPE-IPC KIA)

 

SKOR ACADEMIC EXELLENCE AE (40%)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

AE

1

Undangan untuk menjadi pembicara dalam konferensi internasional;

Diundang sbg keynote/invited speaker oleh instansi lain,  atau PT lain, tidak sesama Poltekkes

4

2

Sebagai pemakalah internasional

oral presentation

58

3

Kunjungan lembaga internasional ke Pusat Unggulan Iptek;

Kunjungan dari instasi luar mengenai hal yang diunggulkan

10

4

Publikasi ilmiah per tahun dalam jurnal ilmiah nasional terakreditasi;

tema terkait dengan unggulan

7

5

Publikasi ilmiah per tahun dalam jurnal ilmiah internasional;

tema terkait dengan unggulan

12

6

Paten terdaftar atau rezim HKI lainnya yang terkait teknologi (khusus untuk lembaga litbang yang telah ditetapkan sebagai PUI minimal 1 paten granted)

materi/produk yang dipatenkan terkait dengan unggulan

17

7

Lulusan S-2 berbasis riset di PUI-PT setelah 2 tahun;

Mahasiswa dari PT lain melakukan riset di Poltekkes tempat Pusat Unggulan , ada pembimbing riset dr pusat unggulan. saat publikasi harus mencantumkan nama pembimbing

0

 

 

 

 

 

 

 

 

8

Pengelolaan seminar/simposium berskala internasional;

Tempat tidak harus di tempat PUI berada, tetapi pengelolanya adalah PUI , misalnya PUI Surakarta menjadi penyelenggara seminar yang diadakan di Jakarta

 

2

9

Pengelolaan jurnal nasional terakreditasi.

 

2

 

SKOR COMMERCIALIZATION AND Implementation (COM =(60%)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

COM

1

Kontrak riset pada tingkat nasional.

 

4

2

Kontrak riset pada tingkat internasional.

 

3

3

Kontrak nonriset (Workshop, transfer teknologi, panitia kegiatan seminar lokal, dan jasa konsultasi)

 

28

4

Produk berbasis sumber daya lokal.

Solusi Problem lokal, Produk dengan bahan baku local

 

13

5

Produk yang dilisensikan dan atau dimanfaatkan.

HAKI dimanfaatkan oleh instansi lain/industri lain   atau komunitas atau PUI mengizinkan digunakan masyarakat tidak harus bersofat profit oriented

 

3

6

Kontrak bisnis dalam rangka komersialisasi produk dengan industri.

profit oriented dan dapat digunakan untuk mengembangkan PUI harus ada HAKI

 

1

7

Unit bisnis yang melayani jasa sesuai dengan kompetensi.

pemberian layanan dengan menggunakan fasilitas yang dimiliki PUI  yang telah tersertifikasi/akreditasi

17

8

Pembinaan UMKM atau komunitas sesuai dengan kompetensi

PUI melakukan pembinaan UMKM terkait dg kepakaran dan kompetensi PUI

 

2

 

 

 

 BAB III

PROGRAM DAN KEGIATAN

1. Program Pengembangan Institusi

Berdasarkan Perpres No. 2 Tahun 2015 tentang RPJMN 2015-2019 dan Instruksi Kepala Badan PPSDM Kes Kemenkes RI No. DP.03.01/3000716/2017 tanggal 28 Februari 2017 telah membentuk cikal bakal PUI-PK atau Center of Excellence pendidikan tinggi tenaga kesehatan. Surat Keputusan Gubernur Bengkulu Nomor: 316 DINKES Tahun 2018 tentang Pembentukkan Kelompok Kerja Daerah Skrining Bayi Baru Lahir Provinsi Bengkulu merupakan salah satu bentuk dukungan kebijakan Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam penanggulangan stunting melalui skrining hipertiroid congenital.

 2. Program Penelitian dan Pengembangan

Beberapa Penelitian dasar serta publikasi penelitian tentang stunting telah dilakukan dosen Poltekkes Kemenkes Bengkulu

 3. Program Desiminasi Hasil-hasil Kegiatan

Hasil-hasil penelitian dosen telah di desiminasi di kegiatan seminar nasional maupun internasional, publikasi di jurnal nasional terakreditasi dan internasional. Diterapkan dalam kegiatan pengabmas

 4. Waktu Pelaksanaan Program dan Kegiatan

Berdasarkan prevalensi stunting di Propinsi Bengkulu maka kegiatan akan dilakukan di seluruh Kabupaten Kota di  Propinsi Bengkulu terutama di lokus Stunting

 

 Waktu Pelaksanaan Program dan Kegiatan

 

ROAD MAP PUI PENANGGULANGAN STUNTING BERBASIS KESEHATAN IBU DAN ANAK POLTEKKES KEMENKES BENGKULU



 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

FISH BONE Penelitian

 

 

BAB IV. HASIL YANG DIHARAPKAN

 

  1. Sasaran/Hasil Akhir

Pada tahun 2018 ini sasaran utama ialah :

  1. Terbentuknya model kolaborasi interprofesional kesehatan
  2. Tersedianya aplikasi deteksi dini risiko, pencegahan dan penanggulangan stunting
  3. Dapat menghasilkan Publikasi ilmiah di jurnal Q-3 sebanyak 3 buah
  4. Dapat melakukan Presentasi ilmiah di seminar berskala internasional sebanyak 3 buah

 

  1. Outcome dan Impact
  2. PUI-PK yang diusulkan diharapkan memberikan alternatif solusi pada masalah stunting dengan penerapan hasil penelitian di Indonesia
  3. Unit Penelitian mampu melakukan inovasi penerapan iptek berdasarkan kearifan lokal
  4. PUI-PK mampu bertransformasi menjadi pusat kajian ilmiah kesehatan
  5. PUI-PK menjadi unit yang bereputasi dengan menghasilkan pubikasi berskala nasional dan internasional
  6. PUI-PK mampu menjalin kerjasama penelitian dengan instansi pendidikan dan pemerintahan (pengembangan jejaring dan kemitraan)

 

  1. Sasaran Kegiatan

Kegiatan yang dilakukan PUI-PK ini akan membantu menurunkan angka prevalensi stunting sesuai dengan target SDGs 2030 serta memberikan kontribusi dalam deteksi dini stunting

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Perincian Anggaran

 

No

Uraian

Jumlah

 

HonorPeneliti

Rp. 220.000.000

 

Incentif publikasi

 

 

2 publikasi

Rp. 025.000.000

 

2 Seminar @ Rp.10.000.000

Rp. 020.000.000

 

Honor Asisten Peneliti

8 orang x Rp. 1.000.000 x 10 bulan

Rp. 080.000.000

 

Total

Rp.345.000.000

 

 

 

BAB IV. HASIL YANG DIHARAPKAN

 

  1. Sasaran/Hasil Akhir

Pada tahun 2019 ini sasaran utama ialah :

  1. Terbentuknya pusat unggulan kolaborasi interprofesional dalam penanggulangan stunting berbasik KIA
  2. Dapat menghasilkan Publikasi ilmiah di jurnal Q-3 sebanyak 1 buah
  3. Dapat melakukan Presentasi ilmiah di seminar berskala internasional sebanyak 2 buah

 

  1. Outcome dan Impact
  2. PUI-PK yang diusulkan diharapkan memberikan alternatif solusi pada masalah stunting dengan penerapan hasil penelitian di Indonesia
  3. Unit Penelitian mampu melakukan inovasi penerapan iptek berdasarkan kearifan lokal
  4. PUI-PK mampu bertransformasi menjadi pusat kajian ilmiah kesehatan
  5. PUI-PK menjadi unit yang bereputasi dengan menghasilkan pubikasi berskala nasional dan internasional
  6. PUI-PK mampu menjalin kerjasama penelitian dengan instansi pendidikan dan pemerintahan (pengembangan jejaring dan kemitraan)

 

  1. Sasaran Kegiatan

Kegiatan yang dilakukan PUI-PK ini akan membantu menurunkan angka prevalensi stunting sesuai dengan target SDGs 2030 serta memberikan kontribusi dalam deteksi dini stunting

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Anugraheni, H. S. Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Anak Usia 12-36 Bulan di Kecamatan Pati, Kabupaten Pati. Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Semarang; 2012.

 

 

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI. 2013. Laporan hasil riset kesehatan dasar 2013. Jakarta.

 

Bloem MW, Pee SD, Hop LT, Khan NC, Laillou A, Minarto, Pfanner RM, Soekarjo D, Soekirman, Solon JA, Theary C, Wasantwisut E, 2013. Key strategies to further reduce stunting in Southeast Asia: Lessons from the ASEAN countries workshop. Food and Nutrition Bulletin: 34:2.

 

Candra A, Puruhita N, Susanto JC. (2011). Risk Factors of Stunting among 1-2 Years Old Children in Semarang City. Media Medika Indonesia 2011; 45: 206-212.

 

Crookston B, Penny M, Alder SC, Dickerson T, Merrill RM, Stanford J , Porucznik CA, Dearden KA, 2010.Children Who Recover from Early Stunting and Children Who Are Not Stunted Demonstrate Similar Levels of Cognition. American Society for Nutrition. 2010; doi:10.3945/ jn.109.118927.

 

Fernald LC, Neufeld LM. (2007).Overweight With Concurrent Stunting In Very Young Children From Rural Mexico: Prevalence And Associated Factors. European Journal of Clinical Nutrition 2007; 61: 623–632. [accessed February 29, 2013]. Available from: URL: http://www.nature.com/ejcn/journal/v61/n5/pdf/1602558a.pdf/

 

Hoffman DJ, Sawaya AL, Verreschi I, Tucker KL, Roberts SB, 2000. Why are nutritionally stunted children at increased risk of obesity? Studies of metabolic rate and fat oxidation in shantytown children from São Paulo, Brazil. Am J Clin Nutrition 72:702–707.

 

Kusharisupeni. 2002. Peran Status Kelahiran Terhadap Stunting Pada Bayi: Sebuah Studi Prospektif. Jurnal Kedokteran Trisakti. 73-80.

 

Mucha N, 2012.Implementing Nutrition-Sensitive Development: Reaching Consensus.briefing paper,Akses:www.bread.org/institute/papers/nutrition-sensitive-interventions.pdf tanggal 26 Desember 2013.

 

Nasikhah R. 2012. Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-36 Bulan di Kecamatan Semarang Timur. Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Semarang. Journal of Nutrition College, Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012, Halaman 176-184.

Picauly I dan Toy SM. 2013.  Analisis Determinan Dan Pengaruh Stunting Terhadap Prestasi Belajar Anak Sekolah Di Kupang Dan Sumba Timur, Ntt. Jurnal Gizi Dan Pangan, Maret 2013, 8(1): 55—62.

Purwandini, K. dan Kartasurya, M.I. 2013. Pengaruh Pemberian Micronutrient Sprinkle terhadap PErkembangan Motorik Anak Stunting usia 12-36 bulan. Journal of Nutrition College, Volume 2, Nomor 1, tahun 2013: 50-59.

Ramli, Kingsley Ea, Inder KJ, Bowe SJ, Jacobs J, & Dibley MJ. 2009. Prevalensi And Risk Factors For Stunting And Severe Stunting Among Under Five In North Maluku Province Of Indonesia. BMC. Pediatrics 2009, 9:64. (Citied2013 Oktober 23) Available From: Http://Www.Ncbi.Nlm.Nih.Gov.

Reyes H. et al. The Family as A determinant of stunting in children living in conditions of extreme poverty: a case-control study. BMC Public Health 2004, 4:57.

Scaling Up Nutrition. Scaling Up Nutrition (SUN) Movement Strategy 2012-2015. [cited 2013 April 26]. Available from URL: http://scalingupnutrition.org/wp-content/uploads/2012/10/SUN-MOVEMENT-STRATEGY-ENG.pdf

Timæus, IM, 2012. Stunting and obesity in childhood: are assessment using longitudinal data from South Africa, International Journal of Epidemiology;1–9 doi:10.1093/ije/dys026.

UNICEF Indonesia. 2013a UNICEF Annual Report 2013-Indonesia. Jakarta: UNICEF

 

Unicef Indonesia, 2013b. Ringkasan Kajian Gizi Ibu dan Anak, Oktober 2012. Akses www.unicef.org Tanggal 16 Desember 2013.

 

Unicef, 2013. Improving Child Nutrition The achievable imperative for global progress. Diakses:www.unicef.org/media/files/nutrition _report_2013.pdftanggal 24 Desember 2013.

 

Walker SP, Chang SM, Powell CA, Simonoff E, McGregor SM. 2017. Early Childhood Stunting Is Associated with Poor Psychological Functioning in LateAdolescence and Effects Are Reduced by Psychosocial Stimulation, Journal Nutrition. 137: 2464–246.

 

World Health Organization 2012. World health statistics 2012. Available from URL : http://www.who.int/gho/publications/world_health_statistics/EN_WHS2012_Full.pdf

 

World Health Organization, 2013.Nutrition Landcape Information System (NLIS) Country Profile Indicators : Interpretation quite (Serial Online) Akses : http://www.WHO.int//nutrition. Tanggal 17Desember 2013.

 

World Health Organization. 2010. Nutrition Landscape Information System: Country profile indicators. Geneva, Switzerland: World Health Organization.

 

Yunitasari L. Perbedaan Intellegence Quotient (IQ) Antara Anak Stunting dan Tidak Stunting Umur 7- 12 tahun di Sekolah Dasar (Studi pada Siswa SD Negeri Buara 04 Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebes). Jurnal Kesehatan Masyarakat 2012; Volume 1 Nomor 2 Halaman 586-595.

 

Zottarelli LK, Sunil TS, Rajaram S. 2007. Influence of Parental and Socioeconomics Factors on Stunting in Children Under 5 Years in Egypt. Eastern Mediterranean Health Journal [internet]. Tersedia di: http://www.emro.who.int/emhj/1306

Barr, H. (1998).Competentto collaborate:Towardsa competency-basedmodel for interprofessionaleducation.Journal ofInterprofessionalCare,12, 181-187

CanadianInterprofessionalHealthCollaborative.A National Interprofessional CompetencyFramework. February2010

CAIPE(1997).Interprofessionaleducation– adefinition.Centreforthe Advancement ofInterprofessionalEducation, London

FreethD (2010).Interprofessionaleducation in SwanwickT (ed). Understanding medical education:evidence,theoryandpractice.Oxford:Wiley-Blackwell.p. 53-6

FK Universitas Gadjahmada, (2014), Buku Acuan Umum CFHC-IPE, Yoyakarta, Indonesia AllportG(1979).Thenatureofprejudice. Reading:Addison-Wesley

Hall, P. (2005). Interprofessional teamwork : Professional cultures as barriers, 1(May), 188–196. https://doi.org/10.1080/13561820500081745

InterprofesionalEducation Collaborative(IPEC)Expert Panel (2011).Core competenciesforinterprofessionalcollaborativepractice: reportofan expert panel.

Position, C. N. A. (2011). Interprofessional Collaboration, 9.

Unicef. (2016). Social factors determining maternal and neonatal mortality in South Africa : A qualitative study, (2014), 1–8.

Univesitas Indonesia, 2012, Modul KolaborasidanKerjasamaTim Kesehatan. RumpunIlmuKesehatan,

Washington, DC. InterprofessionalEducation Collaborative

World Health Organization (2010).Frameworkforactionon interprofessional educationandcollaborativepractice. Geneva:WHOPres

 

 

Form Asesmen MutuStandar 1 (SumberDaya)

Standar 1 Sumber Daya

 

Komponen Mutu

Deskripsi PUI-PK

Bukti

1.1.

PUI-PK memiliki jumlah tenaga peneliti dan tenaga penunjang yang memadai untuk melakukan keseluruhan aktivitas penelitian dan pengembangan keilmuan yang sesuai dengan fokus riset di lembaga PUI-PK.

 

Saat ini Polekkes Kemenkes Bengkulu memiliki tenaga peneliti bidang Gizi, Kebidanan, Farmasi, Promosi Kesehatan,  Kesehatan Lingkungan, Analis Kesehatan, Keperawatan .  Jumlah dosen pada tahun 2018 sebanyak 113 orang dengan kualifikasi pendidikan S3 sebanyak 5 orang dan latar belakang pendidikan S2 sebanyak 107 orang. Jumlah dosen yang sedang menempuh pendiidkan S3 sebanyak 6 orang. Dosen yang akan terlibat langsung dalam pengelolaan PUI PK berjumlah 10 orang dengan tenaga administrasi berjumlah 2 orang.  Dosen ini akan dikelompokkan kedalam beberapa kelompok keilmuan untuk mendukung Penanggulangan stunting di Indonesia khususnya Provinsi Bengkulu serta melakukan kolaborasi dalam penanganan stunting Riset pencegahan dan penanggulangan stunting berfokus pada deteksi dini risiko stunting pada ibu hamil, bersalin, nifas dan bayi, anak balita serta remaja. Penelitian yang memiliki keterkaitan dengan penelitian ini adalah 

  1. SK PUI PK Poltekkes Kemenkes Bengkulu

1.2.

PUI-PK memiliki rencana pengembangan SDM serta penguatan kemampuan SDM di lingkungannya.

 

Pengembangan SDM dilakukan melalui workshop yang akan dilakukan setiap tahun berkaitan dengan penanggulangan stunting dengan melibatkan seluruh peneliti terkait. Pada tahun 2019 akan dilaksanakan workshop pendampingan tentang PUI-PT di lingkungan Poltekkes, serta workshop tentang penaggulangan stunting.

  1. Workshop  :
  2. Workshop Penulisan Manuskrip dan Pendampingan Publikasi Ilmiah pada Jurnal Internasional Bereputasi Bidang Kesehatan
  3. Seminar Internasional
  4. Seminar Nasional
  5. Pelatihan Etik Dasar Penelitian
  6. Workshop Repository Poltekkes Kemenkes Bengkulu
  7. Workshop Penyusunan Dokumen SPMI Poltekkes Kemenkes Bengkulu
  8. Pendampingan Penyusuna Renop Jurusan di Lingkungan Poltekkes Kemenkes Bengkulu
  9. Workshop Pendampingan ISO 2015-2018
  10. Workshop penanganan stunting
  11. Workshop screening hipertiroid congenital pada bayi baru lahir
  12.  
  13. Pelatihan Sinkronisasi Kompetensi Clinical Intructure (CI) Jurusan Kebidanan
  14. Pelatihan Sinkronisasi Kompetensi Clinical Intructure (CI) Jurusan Keperawatan
  15. Pelatihan Table Top Exercise (TTX) Penanggulangan Bencana
  16. Workshop Sosialisasi Perhitungan Remunerasi dan Perbaikan Renstra Serta Uraian Kerja Pegawai Poltekkes Kemenkes Bengkulu Tahun 2017
  17. Workshop Pengembangan Kurikulum Prodi Ners Jurusan Keperawatan
  18. Workshop Pengembangan Kurikulum Diploma III Kebidanan dan Profesi Bidan Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Bengkulu
  19. Peningkatan Tenaga Pendidik dan Kependidikan Di Lingkungan Poltekkes Kemenkes Bengkulu
  20. Sosialisasi Gerakan masyarakat Hidup Sehat (Germas)
  21. Pelatihan
  22. International symposium on food end nutrition
  23. Kongres Nasional Ke II Asosiasi Institusi Pendidikan Diploma III
  24. Pelatihan pengawasan pusat uji kompetensi bidan
  25. Pencegahan dan pengendalian infeksi angkatan 1
  26. pelatihan Active Learning In hinger education (ALIHE)
  27. Pemetaan pelaksanaan standar diknakes
  28. Pengembangan Posdaya dan Pemetaan Keluarga
  29. Pelatihan Assesor
  30. TOT Publikasi Jurnal ilmiah
  31. Asuhan Gizi Dietetik
  32. Keprewatan Maternitasnttng basic Trauma Cardiomateral Neonatal
  33. Pelatihan Manajemen Lab
  34. Pelatihan sistem penjamin mutu internal di Bapelkes Lampung
  35. Contraception Tecnologi Utodate (CTU) di BKKBN Bengkulu
  36. Seminar Implementasi permasalahan dan strategi evaluasi dan penerapan kurikulum pendidikan diploma III Keperawatan Indonesia
  37. Workshoop Pengembangan uji Kompetensi
  38. Training SEAMEO RECFON
  39. CBT
  40. AMDAL
  41. Workshoop Nasional Quality Control
  42. Publik Helath Coloquin
  43. Seminar Internasional di Padang

1.3.

PUI-PKmemiliki fasilitas yang mendukung dengan standar yang baik dan memadai untuk mendukung aktivitas serta kegiatan PUI-PK untuk mencapai kriteria sebagai PUI-PK.

 

Sarana dan Prasarana yang dimiliki antara lain Guest House Training Center, perpustakaan, laboratorium terpadu kebidanan, keperawatan, gizi, analis, kesehatan lingkungan, promosi kesehatan, laboratorium bahasa dan multimedia, laboratorium computer, memiliki kerjasama lahan praktik berupa MOU dan MOA tingkat lokal, nasional dan internasional. Fasilitas yang ada dapat diakses melalui website: www.poltekkes-kemenkes-bengkulu.ac.id

  1. website: www.poltekkes-kemenkes-bengkulu.ac.id
  2. MoU Dalam Negeri :
  3. Universitas Indonesia : Praktek klinik, penelitian dan pengabdian masyarakat
  4. SAI Global : sertifikasi ISO 9001.2008
  5. Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Prov Bengkulu : Praktik klinik, penelitian dan pengabdian masyarakat
  6. Badan Pustaka, Arsip dan Dokumentasi Prov Bengkulu : Pemberian Informasi Bahan Pustaka
  7. UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah : Silang Layanan Perpustakaan
  8. Lembaga Penelitian Univ. Sumatra Utara : Penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat
  9. UPT Perpustakaan Univ. Bengkulu : Silang layanan perpustakaan
  10. Dinas Kesehatan Kota Bengkulu : Daerah Binaan Pengabdian kepada Masyarakat
  11. MoU Luar Negeri :
  12. Universitas Arellano :
  13. Phlipine Women University
  14. Emilio Aquinaldo College
  15. ST. Dominic Savio College
  16. Escholar University
  17. University Of Tasmania Australia
  18. Malaka Medical Center Malaysia


 

Form Asesmen Mutu Standar 2 (Tata Kelola)

 

Standar 2 Tata Kelola

 

Komponen Mutu

Deskripsi PUI-PK

Bukti

2.1.

PUI-PK memiliki peta jalan yang jelas untuk menuju Science and Technology Campus.

Roadmap PUI PK baru dibuat dengan tahapan :

  1. Tahun 2019-2020 Tahap Inisiasi dengan kegiatan:
  2. Penegmbangan proposal
  3.  pembentukkan PUI PK Kolaborasi penanggulangan stunting
  4. Penguatan Institusi (pelatihan dan pembinaan)
  5. Tahap pengembangan 2019-2020
  6. Pengembangan instrument dan media
  7. Implementasi IPE di Poltekkes Kemenkes Bengkulu
  8. Implementasi IPC stunting pada lahan praktik dan daerah binaan Poltekkes Kemenkes
  9. Tahap Lanjut  2021
  10. Evaluasi implementasi PUI PK IPC penanggulangan stunting
  11. Pilot Projek IPE IPC di Bengkulu
  12. Monitoring dan evaluasi
  13. Desiminasi
  14. Pilot Projek di Indonesia
  15. Evaluasi

Belum ada masih tahap perencanaan

2.2.

PUI-PKmemiliki peta jalan penelitian yang diimplementasikan serta target-target yang terukur.

Penelitian tahap awal dilakukan belum mempunyai target yang terukur tetapi akan dikembangkan

Belum tersedia

2.3.

PUI-PK memiliki keterbukaan informasi aktivitas yang dapat diakses secara online dan senantiasa memiliki informasi terbaru terkait dengan aktivitas PUI-PK.

Memiliki ketebukaan aktifitas yang dapat diakses online

 

www.poltekkes-kemenkes-bengkulu.ac.id

2.4.

PUI-PK memiliki prosedur pelaksana anaktivitas yang terdokumentasi serta terstandardisasi.

PUI PK Poltekkes Kemenkes Bengkulu memiliki SOP untuk setiap kegiatan yang dilakukan dan mempunyai baku mutu setiap aktifitas yang dilaksanakan secara kelembagaan, saat ini  PUI PT  belum ada, sehingga semua dokumentasi mengacu pada baku mutu Poltekkes dengan standar sertifikasi ISO 9001 : 2015

Dapat diakses di web

2.5.

PUI-PK memiliki prosedur untuk pemakaian fasilitas penelitian bersama yang bersifat lintas lembaga penelitian lainnya.

Semua fasilitas penelitian yang ada di PUI PK Poltekkes Bengkulu mempunyai prosedur untuk peminjaman alat ataupun pemakaian laboratorium penelitian. Saat ini Poltekkes Kemnkes Bengkulu mempunyai Komisi Etik yang digunakan oleh beberapa instansi penelitian di Bengkulu yaitu mahasiswa Universitas Bengkulu, Universitaas Muhammaadiyaah Bengkulu, BKKBN Provinsi Bengkulu

Dapat diakses di web

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Form Asesmen Mutu Standar 3 (Unggul Akademik)

 

Standar 3 UnggulAkademik

 

Komponen Mutu

Deskripsi PUI-PK

Bukti

3.1.

PUI-PKmenghasilkan luaran berupakarya-karya ilmiah yang bersifat nasional dan internasional di jurnal-jurnalbermutu.

Saat ini luaran penelitian yang telah dilakukan berkaitan dengan pencegahan dan penanggulangan stunting telah banyak dilakukan. Penelitian yang berkaitan dengan pengelolaan ibu selama hamil, melahirkan, nifas, bayi baru lahir serta intervensi gizi merupakan luaran penelitian yang telah dilakukan di Poltekkes Kemnekes Bengkulu

Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan pada Perempuan Terinfeksi HIV/AIDS

3.2.

PUI-PK menghasilkan karya-karya berbasis sumberdaya lokal yang dapat diaplikasikan untuk kepentingan penguatan produk, komunitas, dan pemerintah.

PUI PT Poltekkes Bengkulu telah menghasilkan berbagai produk berbasis sumberdaya local, sebagian telah mendapatkan sertifikat HaKI. Produk yang dihasilkan dimanfaatkan dalam usaha perbaikan gizi pada anak balita, promosi kesehatan pada ibu selama hamil sebagai upaya pencegahan risiko stunting pada bayi baru lahir. 

HaKI Tahun 2018

  1. Emy Yuliantini, Kamsiah (Buku saku Ahli Gizi Kecil (Ahgicil) Nomor HKI; EC00201807923
  2. Cerita bergambar'Ayo Sarapan Sehat"( Ahmad Rizal, Kusdalinah, Risda Yulianti, Anita Wulandari)
  3. Ismiati, Muhammad Alsa Ramadhan, Risqi Darmawan (Karya Siaran video, Pencegahan Penularan HIV) , Nomor HKI, EC00201809108 ini terkait PMTCT sebagai faktor risiko gizi buruk yang berdampak terhadap ganngguan pertumbuhan dan risiko stunting
  4. Reka Lagora Marsofely (Booklet Sebaiknya ibu Tahu) pencegahan HIV AIDS) nomor HKI ; EC00201808985 , Berkaitan dengan PMTCT sebagai upaya pencegahan stunting akibat HIV AIDS, 
  5. Sri Sumiati, Reka lagora (Film Dampak Aborsi pada Remaja) , Nomor HKI; EC00201809110, karya ini berkaitan dengan penanganan kehamilan yang tidak diinginkan sebagai risiko stunting akibat gangguan pertumbuhan intrauterine
  6. Desri Suryani, Demsa Simbolon, Nur Elly (Determinan failure of exclusive breasfeeding on Health in The City Bengkulu) ; berkaitan dengangizi balita Nomor HKI; 'EC00201846225
  7. Desri Suryani, Demsa Simbolon, Nur Elly (Nutritional consultation pregnant women: effect on intake, weight gain,Mid upper arm circumference and Hemoglobin) Nomor HKI : EC00201846479
  8. Dr.Demsa Simbolon, Jumiyati, Antun Rahmadi, Sutrio (Modul Pencegahan dan Penanggulangan Kurang Energi Kronik (KEK) dan Anemia Ibu Hamil)  Nomor HKI : EC00201847430
  9. Dr.Demsa Simbolon, Jumiyati, Antun Rahmadi, Sutrio  (Booklet Cegah dan Tanggulangi masalah Kurang Energi Kronik (KEK) dan anemia pada ibu hamil deskripsi) Nomor HKI : EC00201847423
  10. Dr.Demsa Simbolon, Jumiyati, Antun Rahmadi, Sutrio (Buku Panduan/Petunjuk Pedoman Pendampingan Ibu hamil Kurang Energi Kronik (KEK) dan Anemia (Pegangan Keuarga dan Kader Pendamping) Nomor HKI : EC00201846479
  11. Kamelia, Jumiyati, Arie Kresnasary (Brosur Penatalaksanaan Gizi Ibu Hamil Hipertensi) Nomor HKI : EC 00201847426
  12. Yenni Okfrianti, Ayu Prafitasari, Buku Pedoman Pratikum Ilmu Pangan untuk DIII dan DIV Gizi , nomor HKI: EC00201847523
  13. Yenni Okfrianti, Ayu Prafitasari , Buku Pedoman Pratikum Teknologi Pangan untuk DIII dan DIV Gizi

Tahun 2017:

  1. Dr. Betty Yosephin, Jumiyati, Desri Suryani; Kelompok Pendukung ASI (KP-ASI):Alternatif Sukses Menyusui di Lingkungan Kerja, Deepublish (Cv Budi Utama) Nomor HKI:
  2. Afrina Mizawati Buku Asuhan Kebidanan Komunitas, Deepublish (Cv Budi Utama) Nomor HKI:

Tahun 2016

3.3.

PUI-PK mengelola kegiatan diseminasi berskala internasional serta jurnal yang terakreditasi.

Poltekkes Kemenkes Bengkulu telah mengadakan seminar berskala Internasional sebanyak 2 kali pada tahun 2014 dan tahun 2018 sebagai media desimenasi hasil penelitian dosen serta menerbitkan prosiding yang terindeks di Scopus pada bulan Oktober 2018, saat ini prosiding dalam proses terbit oleh WOS, serta mengelola riset kerjasama berskala internasional sebanyak 2 kali. Kerjasama penelitian pada tahun 2017 dan 2018 didanai oleh National Health Funf (NHF).

Kegiatan Internasional yang telah dilaksanakan Poltekkes Kemenkes Bengkulu ;

  1. Tahun 2014 : International Conference tentang kebijakan pembangunan Kesehatan untuk mengakselerasi upaya pencapaian tujuan MDG’s bidang kesehatan dan mempersiapkan pencapaian tujuan SDG’s.
  2. Tahun 2018 : International Conference tentangCombatting The Growing Epidemic Of Triple Burden Diseases through Interprofessional Health Collaboration  in Developing Countries

3.4.

PUI-PK memiliki rancangan serta menghasilkan tenaga-tenaga professional sesuai bidangnya untuk jenjang S-3 guna mendukung penguatan SDM nasional.

Saat ini PUI PT di Poltekkes Kemnekes Bengkulu belum berdiri, tetapi telah memiliki tenaga dengan kualifikasi pendidikan S3 sebanyak 5 orang dan sedang menempuh pendidikan S3 sebanyak 5 orang. Setiap tahun institus mengembangkan SDM melalui perencanaan studi lanjut yang terus menerus dan terencana mulai Tahun 2019 dan seterusnya setiap tahun minimal 1 orang tenaga dosen dikembangkan untuk studi lanjut.

  1. Kualifikasi pendidikan S3 sebanyak 5 orang:
  2. Dr drg. Daisy Novira, MARS
  3. Dr. Demsa Simbolon, SKM, MKM
  4. Dr. Betty Yosephin, SKM, MKM
  5. Dr. Tonny Cortis Maigoda, SKM, MA
  6. Dr. Rustam Aji, S.Kp,M.Kes

 

 

  1. Jumlah dosen yang sedang menempuh pendiidkan S3 sebanyak 6 orang :
  2. Nur Elly, S.Kp., M.Kes
  3. Susilo Damarini, SKM.MPH
  4. Meriwati, SKM, MKM
  5. Halimah, S.Si., MKM
  6. Leli Mulyati, Ns, Sp.Kep.M.B
  7. Risda Yulianti, S.Gz, MSC

 

 

 

 

Form AsesmenMutuStandar 4 (UnggulDampakLuaran)

Standar 4 UnggulDampakLuaran

 

KomponenMutu

Deskripsi PUI-PK

Bukti

4.1.

PUI-PK melakukan diseminasi keilmuan serta layanan kepakarannya untuk masyarakat melalui kegiatan pelatihan serta aktivitas lain yang bersifat edukasi kelingkungan yang lebih luas.

PUI PT melakukan layanan kepakaran kepada masyarakat dalam bentuk kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan kerjasama Intansi pemerintah Pusat, daerah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berbasis riset yang dilakukan dosen, kebutuhan masyarakat dan kewirausahaan serta keunggulan prodi.

Judul Pengabdian kepada Masyarakat :

  1. Hibah Kementerian Agama  (Kanwil Agama Propinsi Begkulu) : Pemberdayaan Dan Pendampingan PetugasKonselor sebagai upaya  pencegahan Stunting di KUA Wilayah Kota Bengkulu Tahun 2018
  2. Hibah Dinas Kesehatan Propinsi Bengkulu : Pendampingan 1000 Ibu Hamil Resiko Tinggi Propinsi Bengkulu
  3. Hibah BKKN Tahun 2015 : Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dengan mitra atau jejaring yaitu bekerjasama dengan BKKBN Propinsi Bengkulu, dilaksanakan pada saat mahasiswa PKLT di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma Tentang pembentukan dan pembinanan PIK-R, BKR, UPPKS, BKL, PIK-R Community, PIK-R Restupas
  4. Dana BOPTN :
  5. Pencegahan Stunting Melalui Pendampingan Penyusunan Menu Keluarga Nelayan di Wilayah Kerja PKM Kandang Kota Bengkulu
  6. Pemberdayaan dan Pendampingan Konselor Kesehatan KUA sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan 1000 HPK Calon Pengantin dalam Mencegah Stunting di Kec Kampung Melayu Kota Bengkulu
  7. Penguatan Pencegahan Stunting pada Wanita Usia Subur Keluarga Nelayan di Wilayah Kerja PKM Kandang Kota Bengkulu
  8. Sosialisasi 1000 HPK Melalui Leaflet Pada Kader Posyandu di Wilayah PKM Padang Serai Kota Bengkulu
  9. Penguatan Peran Kader Kesehatan Melalui Peningkatan Kemampuan dalam Pemanfaatan Paket Pendampingan Ibu Hamil KEK dan Anemia di Wilayah Kerja PKM Padang Serai Kota Bengkulu
  10. Upaya Kesehatan Mandiri oleh Wanita Usia Subur dalam Pencegahan Hipertensi sebagai Komplikasi Kehamilan di Kelurahan Kandang Tahun 2018
  11. Pendampingan Kelompok Pendukung Penggunaan Kelambu Berinsektisida  Pada Ibu Hamil di Puskesmas Kandang Tahun 2018
  12. Pendampingan Kader dalam Memberikan Konseling tentang Screening HIV pada Ibu Hamil di Wilayah Puskesmas Padang Serai Kota Bengkulu 2018
  13. Peningkatan Pengetahuan Remaja tentang Seks Bebas melalui Permainan Digcard di SMP 19 Padang Serai Kota Bengkulu
  14. Pembentukan Peer Group dalam Pencegahan HIV/AIDS di SMPN 19 Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu Tahun 2018
  15. Implementasi Pemberdayaan Kader dalam Pengenalan Tanda Bahaya pada Bayi Baru Lahir di Wilayah Puskesmas Padang Serai Kota Bengkulu

4.2.

PUI-PK melakukan kerjasama riset sesuai kepakarannya, baik berskala nasional maupun internasional.

Kerja sama riset yang dilakukan skala  nasional yang dilakukan berhuungan dengan pencegahan dan peanggulangan Stunting tekait dengan perawatan ibu selama hamil, pegelolaan ibu hamil yang merupakan risiko stunting. Kerjasama penelitian skala Nasional yang pernah didapat oleh Institusi Poltekkes Bengkulu pada Tahun 2014 dana hibah yang diterima adalah dari Badan Litbang Kes yaitu Riset Intervensi Kesehatan Ibu dana Anak. Pada Tahun 2015 mendapatkan hibah dari Pemda Provinsi Bengkulu

Pada Tahun 2017 mendapatkan hibah dari BKKBN terkait dengan intervensi pada ibu usia muda sebagai intervensi untuk mencegah stunting pada kelompok risiko tinggi.

Penelitian kerjasama internasional yang diraih oleh Poltekkes Kemenkes Bengkulu dari neys-Van Hoogstragen Foundation (NHF) pada tahun 2016 dan 2017

 

Hibah Nasional

  1. Epti Yorita (Ketua Peneliti),; Modifikasi Budaya Merunggu Pada Ibu Bersalin Suku Srawai dalam pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan, IMD dan ASI ekslusif di Desa Puguk Kabupaten Seluma Hibah Badan Litbangkes Kemenkes RI Tahun 2014
  2. Dr.Betty Yosephin,SKM.MKM, Iskari Ngardiati ; Pengembangan makanan lumat siap santap berbasis tepung lokal dan F100 sebagai makanan selingan pada balita gizi kurang, Hibah DIPA BPPSDM
  3. Dr.Betty Yosephin,SKM.MKM, Yenni Okfrianti, Rahmi, Kajian pengembangan Industri pangan lokal untuk memenuhi standar mutu berkelanjutan, Hibah Balitbang Provinsi Bengkulu
  4. Dr. Demsa Simbolon,Lisma Ningsih, Jumiyati, Epti Yorita , Pengaruh pemberdayaan kader gemari terhadapat pengetahun,sikap ibu usia remaja dalam perencanaan keluarga di Kabupaten Bengkulu Tengah Tahun 2017, Hibah BKKBN Pusat Tahun 2017
  5. Model hubungan usia pernikahan dan kehamilan usia remaja dengan kejadian stunting pada balita dan analisis kebijakan pendewasaaan usia perkawinan di Provinsi Bengkulu;  Hibah BKKBN Pusat Tahun 2018

 

Hibah Internasional:

  1. Dr.Betty Yosephin, Hadi Riyadi, Faisal Anwar, Ali Khomsan, Nur Elly, Rian Diana;  Determinan factors of vitamin D status of female worker at childbearing age, Hibah Neys-Van Hoogstragen Foundation (NHF)  Tahun 2015
  2. Faisal Anwar, Hadi Riyadi,Ali Khomsan, Betty Yosephin, Karina Rahmadia, Rian Diana; Income contribution, food consumptionIron deficincy anemia among women worker in Tea plantation an effect ol multinutriens supplement with nutrition education to increase their productivity, Hibah Neys-Van Hoogstragen Foundation (NHF)  Tahun 2016
  3. Dr.Betty Yosephin, Desri Suryani, Miratul Haya, Ali Khomsan, Identification , preferensi and nutritional contribusi of traditional food  in the consumption pattern of households of farmers and fisherman in Bengkulu, Hibah Neys-Van Hoogstragen Foundation (NHF)  Tahun 2017


 

Form Isian Penilaian Kinerja PUI-PKOP Academic Excellence

A1

Daftar sebagai pembicara undangan dalam konferensi internasional

 

 

Nama Pembicara

Nama EventI nternasional

Tanggal (dd/mm/yy)

Tempat

 

 

Dr. drg. Daisy Novira, MARS

International health Conference maternal and child health care witin scope of local culture

22-23 September 2016

Hall Stikes Akbid dehasen Bengkulu

 

 

Lely Mulyati, SKp, M.Kep,Sp.KMB

International health Conference maternal and child health care witin scope of local culture

22-23 September 2016

Hall Stikes Akbid dehasen Bengkulu

 

3

 Dr. drg. Daisy Novira, MARS

 Speaker pada International Nursing and  Midwifery Symposium during Pasific Partnership

 29 Maret- 12 April 2018

 Santika Hotel Bengkulu

 

 

Dr. Betty Yosephin

NDC-Nutrition at Work

6 -December  2018

The Plaza Office Tower, 16-18th Floor, Jl. M.H. Thamrin Kav 28-30, Jakarta, Indonesia, 10350

 

 

A2

 

Daftar sebagai pemakalah undangan internasional

 

 

Nama Pembicara

Nama Event Internasional

Tanggal (dd/mm/yy)

Tempat

 

1

Krisyanella,Resva Meinisasti

Internasional conference on contemporary science and clinical pharmacy

5-7 Juli 2018

Universitas Andalas  Sumatera Barat

 

2

Wisuda Andeka

 International Conference on Interprofesional Health Collaboration

 30 Oktober-1 November 2018

 Hotel Grage Bengkulu

 

 

3

Ismiati

 International Conference on Interprofesional Health Collaboration

 30 Oktober-1 November 2018

 Hotel Grage Bengkulu

 

 

4

Linda

 International Conference on Interprofesional Health Collaboration

30 Oktober-1 November 2018

 Hotel Grage Bengkulu

 

 

5

Rini Patroni

 International Conference on Interprofesional Health Collaboration

30 Oktober-1 November 2018

 Hotel Grage Bengkulu

 

 

6

Sri Sumiati

 International Conference on Interprofesional Health Collaboration

30 Oktober-1 November 2018

 Hotel Grage Bengkulu

 

 

7

Asmawati

 International Conference on Interprofesional Health Collaboration

30 Oktober-1 November 2018

 Hotel Grage Bengkulu

 

 

8

Chandra

 International Conference on Interprofesional Health Collaboration

30 Oktober-1 November 2018

 Hotel Grage Bengkulu

 

 

9

Elza

 International Conference on Interprofesional Health Collaboration

30 Oktober-1 November 2018

 Hotel Grage Bengkulu

 

 

10

Epti Yorita

 International Conference on Interprofesional Health Collaboration

30 Oktober-1 November 2018

 Hotel Grage Bengkulu

 

 

11

Alyxia Gita Stellata

 International Conference on Interprofesional Health Collaboration

30 Oktober-1 November 2018

 Hotel Grage Bengkulu

 

 

12

Diah Eka Nugraheni

 International Conference on Interprofesional Health Collaboration

30 Oktober-1 November 2018

 Hotel Grage Bengkulu

 

 

13

Afrina Mizawati

 International Conference on Interprofesional Health Collaboration

30 Oktober-1 November 2018

 Hotel Grage Bengkulu

 

 

14

Mariati

 International Conference on Interprofesional Health Collaboration

30 Oktober-1 November 2018

 Hotel Grage Bengkulu

 

 

15

Rachmawati

 International Conference on Interprofesional Health Collaboration

30 Oktober-1 November 2018

 Hotel Grage Bengkulu

 

 

16

Zamharira Muslim

 International Conference on Interprofesional Health Collaboration

30 Oktober-1 November 2018

 Hotel Grage Bengkulu

 

 

17

Demsa Simbolon

 International Conference on Interprofesional Health Collaboration

30 Oktober-1 November 2018

 Hotel Grage Bengkulu

 

 

18

Desri Suryani

 International Conference on Interprofesional Health Collaboration

30 Oktober-1 November 2018

 Hotel Grage Bengkulu

 

 

19

Afriyana Siregar

 International Conference on Interprofesional Health Collaboration

30 Oktober-1 November 2018

 Hotel Grage Bengkulu

 

 

20

Arie Krisnasary

 International Conference on Interprofesional Health Collaboration

30 Oktober-1 November 2018

 Hotel Grage Bengkulu

 

 

21

Emy Yuliantini

 International Conference on Interprofesional Health Collaboration

30 Oktober-1 November 2018

 Hotel Grage Bengkulu

 

 

22

Okti Agu Liu

 International Conference on Interprofesional Health Collaboration

30 Oktober-1 November 2018

 Hotel Grage Bengkulu

 

 

23

Lusi Andriani

 International Conference on Interprofesional Health Collaboration

30 Oktober-1 November 2018

 Hotel Grage Bengkulu

 

25

Lela Hartini

 International Conference on Interprofesional Health Collaboration

30 Oktober-1 November 2018

 Hotel Grage Bengkulu

 

 

26

Rialike Burhan

 International Conference on Interprofesional Health Collaboration

30 Oktober-1 November 2018

 Hotel Grage Bengkulu

 

 

27

Tia Setriana

 International Conference on Interprofesional Health Collaboration

30 Oktober-1 November 2018

 Hotel Grage Bengkulu

 

 

28

Nur Elly

 International Conference on Interprofesional Health Collaboration

30 Oktober-1 November 2018

 Hotel Grage Bengkulu

 

 

29

Vivilia Prajna Angriantika

 International Conference on Interprofesional Health Collaboration

30 Oktober-1 November 2018

 Hotel Grage Bengkulu

 

 

30

Yulia Putri Utami

 International Conference on Interprofesional Health Collaboration

30 Oktober-1 November 2018

 Hotel Grage Bengkulu

 

 

31

Yusniarita

 International Conference on Interprofesional Health Collaboration

30 Oktober-1 November 2018

 Hotel Grage Bengkulu

 

 

32

Eliana

 International Conference on Interprofesional Health Collaboration

30 Oktober-1 November 2018

 Hotel Grage Bengkulu

 

 

33

Ratna Ningsih, Yanti Sutriyanti

International on Health Education and Management Bengkulu

 

Universitas Bengkulu

 

34

Sri Sumiati, Reka Lagora Marsofely

International health conference"maternal and child health care within the scope of local culture

22-23 of September 2016

Hall Stikes Akbid Dehasen

 

35

Agung Riyadi, Dahrizal

 International Conference on Interprofesional Health Collaboration

30 Oktober-1 November 2018

Hotel Grage Bengkulu

 

 

36

Dr. Betty Yosephin ,SKM.MKM

4th Asian Academic Sosiety International Conference. Globalizing Asia : Intergrating Science, Technology, and Humanities for Future Growth and Development

 

 

 

37

Ps.Kurniawati, M.Kes

International health conference"maternal and child health care within the scope of local culture

22-23 of September 2016

Hall Stikes Akbid Dehasen

 

38

Ismiati, SKM. M.Kes

International health conference"maternal and child health care within the scope of local culture

22-23 of September 2016

Hall Stikes Akbid Dehasen

 

39

Jumiati,M.Gizi, Risda Yulianti

International conference on health and well-being (ICHWB) 2016

 

 

 

40

Dr.Demsa Simbolon, SKM.MKM

The 3 international symposium on health research and development.,

18-21 Oktober 2016

Jakarta, Indonesia

 

41

 Lusi Andriani, SST.M.Kes,             

The 3 international symposium on health research and development.

18-21 Oktober 2016

Jakarta, Indonesia

 

42

Ns. Ratna Ningsih, M.Kep. Sp.Kep.Mat    

The proceeding of international health conference"maternal and child health care within the scope of local culture

22-23 of September 2016

Hall Stikes Akbid Dehasen

 

43

Zamharira Muslim, Resva Meinisasti

The proceeding of international health conference"maternal and child health care within the scope of local culture

22-23 of September 2016

Hall Stikes Akbid Dehasen

 

44

Mariati, SKM.MPH

The proceeding of international health conference"maternal and child health care within the scope of local culture

22-23 of September 2016

Hall Stikes Akbid Dehasen

 

45

Rialike Burhan

The proceeding of international health conference"maternal and child health care within the scope of local culture

22-23 of September 2016

Hall Stikes Akbid Dehasen

 

46

Lela Hartini, SST, M.Kes,                      

The proceeding of international health conference"maternal and child health care within the scope of local culture

22-23 of September 2016

Hall Stikes Akbid Dehasen

 

47

Ps Kurniawati, M.Kes

The proceeding of international health conference"maternal and child health care within the scope of local culture

22-23 of September 2016

Hall Stikes Akbid Dehasen

 

48

Serilaila

The proceeding of international health conference"maternal and child health care within the scope of local culture

22-23 of September 2016

Hall Stikes Akbid Dehasen

 

49

Epti Yorita

The proceeding of international health conference"maternal and child health care within the scope of local culture

22-23 of September 2016

Hall Stikes Akbid Dehasen

 

50

Ismiati

The proceeding of international health conference"maternal and child health care within the scope of local culture

22-23 of September 2016

Hall Stikes Akbid Dehasen

 

51

Ismiati, kosma heryati

The proceeding of international health conference"maternal and child health care within the scope of local culture

22-23 of September 2016

Hall Stikes Akbid Dehasen

 

52

 Lusi Andriani, SST.M.Kes,             

The proceeding of international health conference"maternal and child health care within the scope of local culture

22-23 of September 2016

Hall Stikes Akbid Dehasen

 

53

  Emy Yuliantini, SKM.MPH, Kusdalinah                  

The proceeding of international health conference"maternal and child health care within the scope of local culture

22-23 of September 2016

Hall Stikes Akbid Dehasen

 

54

Kusdalinah, Jumiyati

The proceeding of international health conference"maternal and child health care within the scope of local culture

22-23 of September 2016

Hall Stikes Akbid Dehasen

 

55

Yeni Okfrianti

The proceeding of international health conference"maternal and child health care within the scope of local culture

22-23 of September 2016

Hall Stikes Akbid Dehasen

 

56

Ahmad Rizal, Emy Yuliantini, Alin Yuliza

The proceeding of international health conference"maternal and child health care within the scope of local culture

22-23 of September 2016

Hall Stikes Akbid Dehasen

 

57

Ns.Gusnilawati, septiyanti

The proceeding of international health conference"maternal and child health care within the scope of local culture

22-23 of September 2016

Hall Stikes Akbid Dehasen

 

58

Asmawati, Yati Afiyanti,Besral

The proceeding of international health conference"maternal and child health care within the scope of local culture

22-23 of September 2016

Hall Stikes Akbid Dehasen

 

 

 

 

A3

 

 

 

Daftar kunjungan lembaga internasional ke PUI-PK

 

Nama Lembaga Internasional

Nama Grup Leader

Tanggal (dd/mm/yy)

Tempat

  1.  

Dean, Graduate School of Nursing, Arrelano University Main Campus Legarda, Manila

Remedios L. Fernandez, Ph.D.

19–21 Agustus 2014

 

Poltekkes Kemenkes Bengkulu

  1.  

Temporary International Professional WHO/SEARO, Mahidol University Thailand 

 Boosaba Sanguanprasif, Ph.D

 19–21 Agustus 2014

 

 Poltekkes Kemenkes Bengkulu

  1.  

Vice President for Academic Affairs St Domonic Collega Manila

Cristita Anita Cruz

19–21 Agustus 2014

 

Poltekkes Kemenkes Bengkulu

  1.  

Vice President for Academic Affairs St Domonic Collega Manila)

Valentino G. Buac, PHd

19–21 Agustus 2014

 

Poltekkes Kemenkes Bengkulu

  1.  

Cheaf officer CHEERS Manila

Sandy Montano

19–21 Agustus 2014

Poltekkes Kemenkes Bengkulu

  1.  

Social Woker, USA

Nathar Hance, BSc

19–21 Agustus 2014

 

Poltekkes Kemenkes Bengkulu

  1.  

Universitas Malaysia Serawak (UNIMAS)

Jane Buncuan, PhD

30 Oktober -01 Nopember 2018

Poltekkes Kemenkes Bengkulu

  1.  

Centro Escolar University Philifina

Teresita R. Irigo-Barcelo, PhD.R.N

30 Oktober -01 Nopember 2018

Poltekkes Kemenkes Bengkulu

  1.  

Burapha University Thailand

Asst. Prof. Niramol Punbusayakul, PhD

30 Oktober -01 Nopember 2018

Poltekkes Kemenkes Bengkulu

  1.  

Jawaharlal Nehru Universiti New Delhi

Dr. Abhishek Josi, BAMS, MD, PhD

30 Oktober -01 Nopember 2018

Poltekkes Kemenkes Bengkulu

 

A4

Daftar publikasi ilmiah per tahun dalam jurnal ilmiah nasional terakreditasi

 

Nama Author(s)

Nama Jurnal Nasional

Judul Makalah

Volume/TahunTerbit

 

Rialike Burhan,SST,M.Keb

Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional

Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan pada Perempuan Terinfeksi HIV/AIDS

Vol. 8, No. 1, Agustus 2013

2

Dr. Demsa Simbolon, SKM.MKM

Jurnal Kesehatan Masyarakat

Model Prediksi Indeks Massa Tubuh Remaja Berdasarkan Riwayat Lahir dan Status Gizi Anak

 Vol. 8, No. 1, Agustus 2013

  1.  

Dr. Betty Yosephin ,SKM.MKM Andriani

Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional

Peranan ultraviolet B sinar matahari terhadap status vitamin D dan tekanan darah pada wanita usia subur

Vol. 8, No 6, januari 2014

  1.  

Dr. Demsa Simbolon, SKM.MKM, Wahyu Dwi Astuti, Lusi Andriani

Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional

Mekanisme hubungan sosial ekonomi, pemanfaatan pelayanan kesehatan, dan kehamilan resiko tinggi terhadap prevalensi panjang badan lahir pendek

Vol 9, Nomor 3, Februari 2015, ISSN

  1.  

Miratul Haya, SKM.M.Gizi

Paediatriciana  Indonesiana,

Effect of maternal health education on physical activity and body mass index of overweight children

Vol. 56, No. 2, March 2016

  1.  

Tonny Cortis Maigoda, Ahmad Sulaeman, Budi Setiawan, I,Watyan T Wibawan

Jurnal Pangan dan Gizi,

Persentase lemakpada organ hati tikus jantan (sparangue Dawley)  obesiats yang diberi tepung buah naga merah (Hylocereus Polyrhizus) dan olahraga renang

Juli 2016,11 (2) 99-106

  1.  

Desri Suryani, SKM.M.Kes, Demsa Simbolon, Nur Elly

Jurnal Kesehatan Masyarakat

Determinants failure of exclusive breast feeeding on Health in City Bengkulu

Volume 12 Nomor 2 , Januari 2017

 

 

 

A5

Daftar publikasi ilmiah per tahun dalam jurnal ilmiah internasional

 

Nama Author(s)

Nama Jurnal

Judul Makalah

Volume/TahunTerbit

1

Dr. Betty Yosephin ,SKM.MKM

Vitamin D plus calcium supplementation increased serum 25(OH)D on reproductive age women
workers

Asian Pacific Journal of Tropical Disease

Vol. 5 Issue 11 November 2015 page 877-880

2

Dr. Betty Yosephin ,SKM.MKM

Is Vitamin D deficiency associated with using veil in female garment workers?

Asian Pacific Journal of Tropical Disease

Vol 6. Issuse 6 ,  June 2016 , page 481-485

3

Dr. Tonny C. Maigoda

Effects of Red Dragon Fruits ( Hylocereus polyrhizus) Powder and Swimming Exercise on Inflammation, oxidative Stress Markers, and Physical Fitness in Male Obesity Rats (Sprague dawley)

International journal of sciences : basic and applied research (IJSBAR)

Vol.25 N0 1 pp 123-141 ISSN 2307-4531

4

Jubaidi, SKM.M.Kes

Use of calcium carbonate andaluminium sulphate to decrease Pb, Cu,CrMn on waste water laboratory

Indian Journal of basic and applied medical research,

September 2016: Vol 5 Issue-4 P 817-827. P ISSN:2250-284X, E ISSN:2250-2858

5

 

Zamharira Muslim, Resva  Meinisasti

Rationality of antibiotic usage in pediatric in Bengkulu, Indonesia : Gyssen"s criteria and type of therapy analysis

Indian Journal of pharmaceutical sciences

Volume 78, issue 6, 2017

6

Lela Hartini, Elvi Destriyani,Seilaila, Mariati,Sri Yaniarti,Ismiati, Tony C.Maigoda

Effectiveness of giving putri malu leaf (Mimosa Pudica Linn) dan Kangkung Leaf (Ipomoea Reptans) in overcoming Insomnia on Pre-menapousal women

International journal of Sciences: Basic and  applied Research (IJSBAR)

Vol .36,No. 4 2017

7

Rahma Anisa

Inhalation with brochodilator combination effective in reducing lenght of hospital stay in children with pneumonia

Enfermeria clinica

 

8

Desi Widiyanti and Kosma Heryati

Effect On Food Consumption Postpartum Mother’s Breastfeeding In Clinical Pratice Midwife In Bengkulu City

International Journal of Recent Scientific Research

Vol. 9, Issue, 5(E), pp. 26807-26812, May, 2018

9

Afriyana Siregar, Tonny Maigoda, Arie Kresnasari

Nutritional consultation pregnan women: effect on intake, weihght gain,Mid upper arm circumference and Hemoglobin

 World journal of Pharmaceutical and L ife Science (WJPLS

 4(8), 01-05

10

Ismiati, Yuliana Lubis, Susmini

Participation in Pregnant Mother Class and Implementation of Exclusive Breasfeeding in Betungan Community Health Center, Bengkulu

Journal of Maternal and Child Health

(2019),4(1)36-39

11

Desri Suryani, Betty Yosephin,  Miratul Haya, Dailin

Policy and Determinan Analisis in Effort to Control Stunting Case in Bengkulu Province

Indian Journal of Public Health Research & Development,

October 2018, Vol.9 No.10, 17-22

12

Sri Sumiati, Reka Lagora Marsofely, Yuniarti

The Increase Of Mother Self-Efficacy With Media Booklet In Providing Sexual Education To Teenagers In Bengkulu City

World Journal of Pharmaceutical and Life Sciences 

4 (2), 42-46

 

A6

 

Daftar paten yang terdaftar atau HKI lainnya

 

 

 

Nama Paten/HKI

No. Paten

Tanggal Terbit Paten

1

Emy Yuliantini, Kamsiah (Buku saku Ahli Gizi Kecil (Ahgicil)

 

EC00201807923

 

03 April 2018

2

Ahmad Rizal, Kusdalinah, Risda Yulianti, Anita Wulandari , Cerita bergambar’Ayo Sarapan Sehat”( 

 

04 April 2018

3

Reka Lagora Marsofely (Booklet Sebaiknya ibu Tahu) pencegahan HIV AIDS) , Berkaitan dengan PMTCT sebagai upaya pencegahan stunting akibat HIV AIDS, 

 

EC00201808985

16 April 2018

4

Ismiati, Muhammad Alsa Ramadhan, Risqi Darmawan (Karya Siaran video, Pencegahan Penularan HIV) , ini terkait PMTCT sebagai faktor risiko gizi buruk yang berdampak terhadap ganngguan pertumbuhan dan risiko stunting

EC00201809307

13 April 2018

5

Desri Suryani, Demsa Simbolon, Nur Elly (Nutritional consultation pregnant women: effect on intake, weight gain,Mid upper arm circumference and Hemoglobin)

EC00201846479

9/21/2018

6

Desri Suryani, Demsa Simbolon, Nur Elly (Determinan failure of exclusive breasfeeding on Health in The City Bengkulu) ; berkaitan dengangizi balita Nomor HKI; ‘

EC00201846225

9/28/2018

7

Sri Sumiati, Reka lagora (Film Dampak Aborsi pada Remaja) , , karya ini berkaitan dengan penanganan kehamilan yang tidak diinginkan sebagai risiko stunting akibat gangguan pertumbuhan intrauterine

EC00201809110

17 April 2018

8

Dr.Demsa Simbolon, Jumiyati, Antun Rahmadi, Sutrio (Modul Pencegahan dan Penanggulangan Kurang Energi Kronik (KEK) dan Anemia Ibu Hamil) 

EC00201847430

 

9/28/2018

9

Dr.Demsa Simbolon, Jumiyati, Antun Rahmadi, Sutrio  (Booklet Cegah dan Tanggulangi masalah Kurang Energi Kronik (KEK) dan anemia pada ibu hamil deskripsi)

EC00201847423

9/28/2018

10

Dr.Demsa Simbolon, Jumiyati, Antun Rahmadi, Sutrio (Buku Panduan/Petunjuk Pedoman Pendampingan Ibu hamil Kurang Energi Kronik (KEK) dan Anemia (Pegangan Keuarga dan Kader Pendamping)

EC00201846479

 

9/28/2018

11

Kamelia, Jumiyati, Arie Kresnasary (Brosur Penatalaksanaan Gizi Ibu Hamil Hipertensi)

EC 00201847426

9/28/2018

12

Yenni Okfrianti, Ayu Prafitasari, Buku Pedoman Pratikum Ilmu Pangan untuk DIII dan DIV Gizi ,

EC00201847523

27 Sept 2018

13

Yenni Okfrianti, Ayu Prafitasari , Buku Pedoman Pratikum Teknologi Pangan untuk DIII dan DIV Gizi

 

10/1/2018

14

Effects of red dragon fruits (Hylocereus polyrhizus) powder and swimming exercise on inflammation oxidative stress markers and physical fitness in Maleobesity rats (Sprague dawley)

April 2017

 

01332

15

Kelompok Pendudkung ASI di Lingkungan kerja

‘April 2017

 

16

 Dr. Betty Yosephin, Faisal Anwar, Hadi Riyadi,Nur Elly, Ali ; Determinant Factors of Vitamin D status of female factory at Childbearing Age

Februari 2016

078620

17

Afrina Mizawati, SKM,MPH (Buku Asuhan Kebidanan Komunitas)

November 2017

00464

 

 

A7

Daftar lulusan S-2 berbasis riset di PUI-PT setelah 3 tahun

 

NamaMahasiswa

Program Studi/Perguruan Tinggi

Tahun Masuk

Tahun Lulus

 

Saat ini belum ada lulusan S2 berbasis riset di PUIPT setelah 3 tahun

 

 

 

                                                                                                                                                                                          

A8

Pengelolaan seminar/simposium berskala internasional

 

Nama Event Internasional

Tanggal (dd/mm/yy)

Tempat

1

International Conference tentang kebijakan pembangunan Kesehatan untuk mengakselerasi upaya pencapaian tujuan MDG’s bidang kesehatan dan mempersiapkan pencapaian tujuan SDG’s.

 

19–21 Agustus 2014

 

Poltekkes Kemenkes Bengkulu

2

International Conference tentangCombatting The Growing Epidemic Of Triple Burden Diseases through Interprofessional Health Collaboration  in Developing Countries

30 Oktober -01 Nopember 2018

http://icihc2018.confhub.net/

Poltekkes Kemenkes Bengkulu

 

A9

Pengelolaanjurnalnasionalterakreditasi

 

NamaJurnalNasionalTerakreditasi

No. Volume padaTahun ….........

ISNN

FrekuensiTerbit Per Tahun

 

Jurnal Media Informasi Kesehatan

 

Vol.1 No.1 Juni 2008

Vol 11 No.1 Juni 2018

 ISSN cetak .1979-5750

ISSN Online : 2654-5705

 2  kali dalam setahun pada bulan April dan Oktober

Jurnal ini Open System Journal (OJS) (belum terakreditasi)

  1.  

Jurnal Penelitian Terapan Kesehatan JPTK

 

Volume 1 no 1 Juni 2014

Volume 5 No 1 Juni 2018

 ISSN .2356-1394

 2  kali dalam setahun pada bulan April dan Oktober

Jurnal ini belum terakreditasi, tetapi sekarang dalam proses pembuatan Open System Journal (OJS)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Form Isian Penilaian Kinerja PUI-PKOP

Commercialization and Implementation

B1

Daftar kontrak riset pada tingkat nasional

 

 

NamaKontrak Riset

Tanggal Mulai Kontrak

Tanggal Habis Kontrak

  1.  

Hibah Balitbang Provinsi Bengkulu

Kajian pengembangan Industri pangan lokal untuk memenuhi standar mutu berkelanjutan,

Tahun 2016

Tahun 2016

  1.  

Hibah DIPA BPPSDM

Pengembangan makanan lumat siap santap berbasis tepung lokal dan F100 sebagai makanan selingan pada balita gizi kurang

Tahun 2016

Tahun 2016

  1.  

Hibah BKKBN Pusat Tahun 2017

Pengaruh pemberdayaan kader gemari terhadapat pengetahun,sikap ibu usia remaja dalam perencanaan keluarga di Kabupaten Bengkulu Tengah Tahun 2017

SPK

Nomor: 1577a/I/TU.201/SPK/H4/2017

2 Juni 2017

 

 

 

17 November 2017

  1.  

Hibah BKKBN Pusat Tahun 2018

Model hubungan usia pernikahan dan kehamilan usia remaja dengan kejadian stunting pada balita dan analisis kebijakan pendewasaaan usia perkawinan di Provinsi Bengkulu

 16 Agustus 2018

 31 Desember 2018

 

 

 

 

B2

Daftar kontrak riset pada tingkat internasional

 

NamaKontrakRiset

Tanggal Mulai Kontrak

Tanggal Habis Kontrak

1

Hibah Neys-Van Hoogstragen Foundation (NHF)  Tahun 2015

Determinan factors of vitamin D status of female worker at childbearing age

 

 

2

Hibah Neys-Van Hoogstragen Foundation (NHF)  Tahun 2016

Income contribution, food consumptionIron deficincy anemia among women worker in Tea plantation an effect ol multinutriens supplement with nutrition education to increase their productivity

 

 

3

 Hibah Neys-Van Hoogstragen Foundation (NHF)  Tahun 2017

Identification , preferensi and nutritional contribusi of traditional food  in the consumption pattern of households of farmers and fisherman in Bengkulu

 

 

 

B3

Daftar kontrak non riset (pelatihan, transfer teknologi, dan jasa konsultasi)

 

NamaKontrakNonriset

TanggalMulaiKontrak

TanggalHabisKontrak

NO

Nama Kontrak Non Riset

Tanggal Mulai Kontrak

Tanggal Habis Kontrak

1

Fasilitator Pada Kegiatan Lintas Sektoral Tentang Stunting Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sido Mulyo (A.N Afriyana Siregar, S.Gz, M.Biomed Dan Kusdalinah, SST,M.Gz)

23 Oktober 2018

23 Oktober 2018

2

Narasumber Sosialisasi Peningkatan Upaya Penurunan Angka Stuting

(a.n Dr Betty Yosephin Simanjuntak, SKM, MKM)

11 Oktober 2018

11 Oktober 2018

3

Pembicara Kuliah Pakar (a.n Dr Betty Yosephin Simanjuntak, SKM, MKM)

6 Oktober 2018

6 Oktober 2018

4

Narasumber Pada Kegiatan Pembinaan Kelompok Pendukung ASI (a.n Jumiyati, SKM, M.Gizi)

01 Oktober 2018

01 Oktober 2018

5

Narasumber Lintas Sektoral (a.n Dr Betty Yosephin Simanjuntak, SKM, MKM Dan Jumiyati, SKM, M.Gizi)

01 Oktober 2018

01 Oktober 2018

6

Fasilitator Pada Kegiatan Penyegaran Kader Posyandu (a.n  Jumiyati, SKM, M.Gizi)

02 Oktober 2018

02 Oktober 2018

7

Narasumber Pada Acara Parenting SDIT Generasi Rabani (a.n  Jumiyati, SKM, M.Gizi Dan Afriyana Siregar, S.Gz, M.Biomed)

21 Juli 2018

21 Juli 2018

8

Fasilitator Dalam Kegiatan Pembinaan Kelompok Pendukung ASI (a.n  Jumiyati, SKM, M.Gizi)

12Juli 2018

12 Juli 2018

9

Narasumber Pada Pertemuan Sosialisasi Stunting (a.n Desri Suryani, SKM, M.Kes)

19 Juli 2018

19 Juli 2018

10

Narasumber Dalam Rangka Acara Seminar Hari Gizi Nasional Ke-58 (a.n Dr Tonny Cortis Maigoda, SKM, MA)

25 Januari 2018

25 Januari 2018

11

Narasumber Pertemuan Orientasi Asuhan Gizi Terstandar Bagi Petugas Gizi Puskesmas Angkatan 2 (a.n Ahmad Rizal, SKM. MM)

09Maret 2018

12 Maret 2018

12

Workshop Pengelolaan Konferensi Terindeks Scopus Dan Atau Thomson Reuters (a.n Dr Tonny Cortis Maigoda, SKM, MA)

16 April 2018

18 April 2018

13

Narasumber Dalam Kegiatan Event PT. Sanghiang Perkasa (Susu Zee) Dengan Tema Lebong Cerdas Dan Sehat Bersama Susu Zee (a.n Dr Betty Yosephin Simanjuntak, SKM, MKM)

24 Maret 2018

24 Maret 2018

14

Editor (Penyunting Naskah Jurnal Terkait Kesusuaian Bidang Ilmu) Pada Jurnal Kesehatan Poltekkes Tanjungkarang (a.n Dr Betty Yosephin Simanjuntak, SKM, MKM)

April 2018

November 2018

15

Narasumber Pertemuan Sosialisasi Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) Tingkat Provinsi (Kabupaten Kaur Lokus Intervensi Stunting) (a.n Dr Betty Yosephin Simanjuntak, SKM, MKM)

19 April 2018

19 April 2018

16

Narasumber Pada Pertemuan Sosialisasi Stunting (a.n Desri Suryani, SKM, M.Kes)

23 Juli 2018

23 Juli 2018

17

Narasumber Dalam Kegiatan Orientasi Tenaga Pelaksana Enumerator Pemantauan Status Gizi (PSG) Dan Pemantauan Kosumsi Gizi (PKG) (a.n Ahmad Rizal, SKM. MM)

06 Juli2017

09 Juli 2017

18

Narasumber Dalam Kegiatan Orientasi Tenaga Pelaksana Enumerator Pemantauan Status Gizi (PSG) Dan Pemantauan Kosumsi Gizi (PKG) (a.n Emy Yuliantini, SKM, MPH)

07 Juli 2017

09 Juli 2017

19

Narasumber Dalam Kegiatan Orientasi Tenaga Pelaksana Enumerator Pemantauan Status Gizi (PSG) Dan Pemantauan Kosumsi Gizi (PKG) (a.n Kamsiah, SST, M.Kes, Puji Lestari, SKM Dan Fera Widyanti, SST)

06 Juli 2017

09 Juli 2017

20

Fasilitator Pada Pendukung ASI (KP ASI) Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sido Mulyo (a.n Jumiyati, SKM, M.Gizi)

10 Juni 017

10 Juni 2017

21

Narasumber Pada Workshop Penulisan Artikel Untuk Peblikasi Jurnal Nasional Dan Internasional (a.n Dr Betty Yosephin Simanjuntak, SKM, MKM)

15 Juni 2017

15 Juni 2017

22

Wawancara On Air Melalui Telepon Sebagai Narasumber Di Program Prime Time Kami-Plug N Play (a.n Dr Betty Yosephin Simanjuntak, SKM, MKM)

08 Juni 2017

08 Juni 2017

23

Pembimbing Koselor Dalam Kegiatan Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) (a.n Kamsiah, SST, Emy Yuliantini, SKM, MPH, Ahmad Rizal, SKM. MM, Mirarul Haya, SKM, M.Gizi, Anang Wahyudi S.Gz, MPH, Sandy Ardiansyah, SST)

13 Mei 2017

15 Mei 2017

24

Konsultan Gizi Di Kegiatan Kampanye Sarapan Sehat Indonesia 2017 (a.n Dr Betty Yosephin Simanjuntak, SKM, MKM, Mirarul Haya, SKM, M.Gizi, Desri Suryani, SKM, M.Kes, Jumiyati, SKM, M.Gizi, Anang Wahyudi S.Gz, MPH, Sandy Ardiansyah, SST)

02 April 2017

02 April 2017

25

Narasumber International Seminar Surrent Issue On Nutrition Yang Diselengarakan Oleh Stikes Bhakti Husada (a.n Dr Tonny Cortis Maigoda, SKM, MA)

14 November 2016

17 November 2016

26

Narasumber Pada Kegiatan Pertemuan Penjaringan Anak Baru Masuk Sekolah SD, SMP, SMA Do Kota Bengkulu (a.n Ahmad Rizal, SKM. MM)

06 November 2016

06 November 2016

27

Narasumber Pada Pertemuan Orientasi Tenaga Pelaksana Enumerator Pemantauan Status Gizi Di Provinsi Bengkulu (a.n Mirarul Haya, SKM, M.Gizi)

25 Juli 2016

27 Juli 2017

28

Tenaga Ahli/Peneliti Dalam Kegiatan Kajian Pengembangan Industri Pangan Lokal Untuk Mememnuhi Standar Mutu Berkelanjutan Pada SKPD Badan Penelitian, Pengembangan Dan Statistik Daerah Provinsi Bengkulu (a.n Dr Betty Yosephin Simanjuntak, SKM, MKM)

09 Mei 2016

09 Mei 2016

 

 

B4

Daftar produk berbasis sumber daya lokal

 

Nama Produk

 

Biskuit Fishbean (PMT pada bayi 0-6 bulan)

2

Nugget SEHATI  (Keong tutut dan jamur untuk makanan selingan anak usia sekolah)

3

Mie GIBANG (mie gizi seimbang) mie inovasi dengan bahan baku bayam

4

The TERAJANA (The Rambut Jagung) untuk penurunan kadar kolesterol dan hipertensi

5

Susu KAMER (susu kacang merah) untuk penerita autis dan DM

6

Sosis ANALOG (sosis dari pangan local Bengkulu dengan bahan baku ikan gabus laut dan jamur tiram)

7

Permen BIKUPI (permen biji papaya, pemanfaatan pangan local untuk jajanan anak sekolah, tinggi serat dan anti oksidan)

8

Stik Tulang Ayam (Makanan Tinggi kalsium untuk anak balita)

9

Roti Tawar Ubi (modifikasi bahan baku local)

10

Getuk Instan (pemanfaatan makanan local dari buah sukun sebagai makanan selingan, produk jadi yang lebih awet jika disimpan)

11

Es Krim Ubi Jalar Ungu (inovasi bahan pangan local)

12

Nata The BAMBOO (nata dari bahan pangan local sebagai produk

13

Kekerit bahan pangan lokal untuk kesehatan ibu nifas

 

 

B5

 

Daftar produk  yang dilisensikan dan atau dimanfaatkan

 

Nama Produk Berlisensi

 

Biskuit Fishbean (PMT pada bayi 0-6 bulan)

2

Mie GIBANG (mie gizi seimbang) mie inovasi dengan bahan baku bayam

3

Tuntunan Praktis  Menghitung Kebutuhan Gizi

 

B6

Daftar kontrak bisnis dalam rangka komersialisasi produk dengan industri

 

Nama Kontrak Riset

Tanggal Mulai Kontrak

Tanggal Habis Kontrak

 

Kerjasama Poltekkes Kemenkes Bengkulu dengan BPJS Tentang Klinik Hygea

01 Mei 2018

01 Mei 2019

 

B7

Daftar unit bisnis yang melayani jasa sesuai kompetensi

 

Nama Unit Bisnis

  1.  

 Klinik Hygea

  1.  

 CBT

  1.  

Konseling Gizi

  1.  

Konseling KesehatanReproduksi

  1.  

Gedung Training Center (GTC)

  1.  

Pelatihan BTCLS

  1.  

Pelatihan OSCE Kebidananan dan Keperawatan

  1.  

Pemeriksaan Pencahayaan dan kebisingan Angin

  1.  

Pengasapan

  1.  

RO/ SANPRO

  1.  

Pemeriksaan Air Minum Lengkap

  1.  

Pemeriksaan Air Bersih Kengkap

  1.  

Pemeriksaan Laboratorium Analis

  1.  

Home care

  1.  

Pijat bayi

  1.  

Kursus dan Tes TOEPLE Prediction

  1.  

Komisi Etik Poltekkes Kemenkes Bengkulu

 

            8

Daftar UMKM yang melayani jasa sesuai kompetensi (PUI melakukan pembinaan UMKM terkait dg kepakaran dan kompetensi PUI)

 

Nama UMKM

Alamat UMKM

 

 Pembinaan Pengrajin Tempe

 

2

 Pembuatan sumur BOR

 

 

 DATA CAPAIAN KRITERIA PUI Poltekkes Kemenkes Bengkulu

 

               
Vaiabel No Kriteria Deskripsi    Poltekkes Kemenkes Bengkulu    
SKOR  Penanggulangan Stunting Berbasis Kesehatan Ibu dan Anak RINCIAN CAPAIAN KRITERIA SKOR
0     0
    SKOR AE (40%)   0     0
Academic Excellence (AE) 1. Undangan untuk menjadi pembicara dalam konferensi internasional; diundang sbg keynote/invited speaker oleh instansi lain,  atau PT lain, tidak sesama Poltekkes    4 4  
2. Sebagai pemakalah internasional oral presentation   58 58  
3. Kunjungan lembaga internasional ke Pusat Unggulan Iptek; Kunjungan dari instasi luar mengenai hal yang diunggulkan    10 10  
4. Publikasi ilmiah per tahun dalam jurnal ilmiah nasional terakreditasi; tema terkait unggulan    7 7  
 
 
 
 
  PUI-PK     27    
Academic Excellence (AE)   Kriteria Deskripsi  SKOR Bengkulu RINCIAN CAPAIAN KRITERIA SKOR
5. Publikasi ilmiah per tahun dalam jurnal ilmiah internasional; tema terkait unggulan    12 12  
6. Paten terdaftar atau rezim HKI lainnya yang terkait teknologi (khusus untuk lembaga litbang yang telah ditetapkan sebagai PUI minimal 1 paten granted) materi/produk yang dipatenkan terkait unggulan    17 17  
7. Lulusan S-2 berbasis riset di PUI-PT setelah 2 tahun; Mahasiswa dari PT lain melakukan riset di Poltekkes tempat Pusat Unggulan, ada pembimbingan riset dari pusat unggulan , saat publikasi harus mencantumkan nama pembimbing dan PUI tersebut   0 0  
8. Pengelolaan seminar/simposium berskala internasional;  Tempat tidak harus di tempat PUI berada, tetapi pengelolanya adalah PUI , misalnya PUI Surakarta menjadi penyelenggara seminar yang diadakan di Jakarta    2 2  
9. Pengelolaan jurnal nasional terakreditasi.     2 2 Belum terakreditasi
 
 
  PUI-PK     27    
    Kriteria Deskripsi  SKOR Bengkulu RINCIAN CAPAIAN KRITERIA SKOR
    SKOR COM (60%)   0     0
Commercialization and Implementation (COM) 1 Kontrak riset pada tingkat nasional.     4 4  
2. Kontrak riset pada tingkat internasional.     3 3  
3. Kontrak nonriset (Workshop, transfer teknologi, panitia kegiatan seminar lokal, dan jasa konsultasi)     28 28  
4. Produk berbasis sumber daya lokal. Solusi Problem lokal, Produk dengan bahan baku lokal   13 13  
5. Produk yang dilisensikan dan atau dimanfaatkan. HAKI dimanfaatkan oleh instansi lain/industri lain   atau komunitas atau PUI mengizinkan digunakan masyarakat tidak harus bersifat profit  oriented   3 3  
6. Kontrak bisnis dalam rangka komersialisasi produk dengan industri. profit oriented dan dapat digunakan untuk mengembangkan PUI harus ada HAKI    1 1  
7. Unit bisnis yang melayani jasa sesuai dengan kompetensi. pemberian layanan dengan menggunakan fasilitas yang dimiliki PUI  yang telah tersertifikasi/akreditasi   17 17  
8 Pembinaan UMKM atau komunitas sesuai dengan kompetensi PUI melakukan pembinaan UMKM terkait dg kepakaran dan kompetensi PUI   2 2  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PROPOSAL

RENCANA KEGIATAN  PUSAT UNGGULAN IPTEKS POLTEKKES KEMENKES BENGKULU

TAHUN 2019

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENANGGULANGAN STUNTING BERBASIS KESEHATAN IBU DAN ANAK

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLTEKKES KEMENKES BENGKULU

JALAN INDRAGIRI NO.3 BENGKULU

TEPL/FAX : 0736341212, EMAIL: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB  I

1. PENDAHULUAN

 

Stunting merupakan bentuk kegagalan pertumbuhan (growth faltering) tinggi badan akibat akum Stunting merupakan bentuk kegagalan pertumbuhan (growth faltering) tinggi badan akibat akumulasi ketidakcukupan nutrisi yang berlangsung lama mulai dari kehamilan sampai usia 24 bulan (Bloem et al, 2013). Stunting termasuk masalah kesehatan masyarakat karena berhubungan dengan meningkatnya risiko terjadinya kesakitan dan kematian, perkembangan motorik terlambat, dan terhambatnya pertumbuhan mental, berisiko penurunan kemampuan intelektual, produktivitas rendah, lebih rentan terhadap penyakit tidak menular (Purwandini, 2013, Picauly & Toy, 2013), Anugraheni, 2013, Unicef Indonesia, 2013).

WHO menggunakan cut of point prevelensi stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berat bila mencapai 30 – 39% dan menjadi masalah serius bila prevalensinya ≥ 40% (WHO, 2010). Laporan UNICEF memposisikan Indonesia masuk dalam lima besar negara dengan jumlah anak dibawah lima tahun yang mengalami stunting tinggi (UNICEF, 2013a). Laporan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2013 menunjukkan bahwa prevalensi stunting secara nasional tahun 2013 adalah 37,2%, pada tahun 2018 berdasarkan hasil Riskesdas  menemukan bahwa angka stnnting di Indonesia mengalami penurunan menjadi 30.8%, sedangkan di Provinsi Bengkulu sebesar 27.5%.

Banyak faktor yang menyebabkan tingginya masalah gizi pada balita.UNICEF (1990) mengembangkan kerangka teori bahwa status gizi, cacat dan kematian anak dipengaruhi oleh penyebab langsung dan tidak langsung.Asupan makanan yang kurang dan penyakit infeksi merupakan penyebab langsung terjadinya status gizi kurang. Penyebab tidak langsung adalah kurang ketersediaan pangan di rumah tangga, kurang perawatan ibu hamil dan anak, buruknya kualitas air/sanitasi lingkungan dan kurang pemanfaatan pelayanan kesehatan.Penyebab langsung dan tidak langsung juga dipengaruhi oleh masalah utama berupa kemiskinan, pendidikan rendah, lapangan kerja, ketersediaan pangan di masyarakat dan masalah dasar berupa krisis ekonomi dan politik (Hoffman, 2000).

Pemerintah Indonesia merekomendasikan intervensi yang spesifik dan intervensi sensitive. Intervensi spesifik, berupa tindakan atau kegiatan yang ditujukan khusus untuk kelompok 1000 Hari Pertama Kehiduan (HPK), bersifat jangka pendek dan hasilnya dapat dicatat dalam waktu relatif pendek. Kegiatan umumnya dilakukan oleh sektor kesehatan, seperti imunisasi, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) ibu hamil dan PMT balita, monitoring pertumbuhan balita di Posyandu, suplemen tablet besi-folat ibu hamil, promosi ASI Eksklusif, Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) dan sebagainya. Sedangkan intervensi sensitif adalah kegiatan pembangunan di luar sektor kesehatan, berupa penyediaan air bersih, sarana sanitasi, berbagai penanggulangan kemiskinan, ketahanan pangan dan gizi, fortifikasi pangan, pendidikan dan KIE Gizi, pendidikan dan KIE Kesehatan, kesetaraan gender, dan lain-lain. Dampak kombinasi dari kegiatan spesifik dan sensitif bersifat langgeng (sustainable) dan jangka panjang (Department for International Development, 2011).

Berbagai upaya sensitif dan spesifik telah dilakukan untuk perbaikan gizi ibu hamil, bayi dan balita namun kenyataannya masalah stunting masih tinggi (SUN, 2012).Hal ini dikarenakan keterlibatan para pemangku kepentingan dalam mengatasi ketidaksetaraan sosial dan kesehatan sambil menerapkan intervensi sensitive untuk mengatasi stunting anak masih mengalami banyak kendala seperti masalah biaya yang besar, infra stuktur, kebijakan politis, pendidikan yang rendah serta status ekonomi.Hal ini dikarenakan adanya keterkaitan antara faktor demografi dengan kejadian stunting. Ibu dengan tingkat pendidikan yang lebih rendah cenderung memiliki anak yang terhambat dan kurang dapat memperoleh informasi spesifik tentang stunting. Ibu dengan penghasilan rendah dan tingkat pendidikan yang rendah kemungkinan mengalami lebih banyakkesulitan dalam mendapatkan makanan yang cukup, bergizi dan beragam (WHO 2018).

Berdasarkan adanya kelemahan dari intervensi sensitif berupa kegiatan pembangunan di luar sektor kesehatan, berupa penyediaan air bersih, sarana sanitasi, berbagai penanggulangan kemiskinan, ketahanan pangan dan gizi, fortifikasi pangan, pendidikan dan KIE Gizi, pendidikan dan KIE Kesehatan, kesetaraan gender, dan lain-lain maka Poltekkes Kemnekes Bengkulu akan mengembangkan Pusat Unggulan Institusi penangulangan stunting berbasis Kesehatan Ibu dan Anak. Dalam pusat unggulan ini kami menekankan intervensi penggulangan stunting pada intervensi spesifik berbaisis kesehatan ibu dan anak, karena ibu merupakan orang yang lansung berkaitan dengan anak sepanjang daur kehidupan sehingga kesehatan ibu perlu diperhatikan.

Kami memfasilitasi ibu-ibu dalam mengembangkan pengetahuan agar dapat meningkatkan kualitas makanan yang dikonsumsi, memilih makanan yang bergizi dari lingkungan sekitar sehingga sesuai dengan standar kesehatan. Selain itu memberikan pengetahuan pada ibu tentang penyakit penyakit yang dapat meningkatkan risiko stunting, memfasilitasi pendidikan kelas ibu, pendidikan tentang konsumsi air bersih yang sesuai standar kesehatan dan program lainnya yang berhubungan dengan siklus hidup ibu dan anak. Kami percaya bahwa penanggulangan stunting berbasis kesehatan ibu dan anak dapat meningkatkan keberhasilan intervensi sensitive yang juga dapat melakukan beberapa intervensi spesifik pada kelompok sasaran.

Intervensi spesifik berbasis kesehatan ibu dan anak ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil, bayi baru lahir dan anak dan remaja putri dapat disampaikan melalui pemberian layanan berbasis masyarakat untuk mencegah dan menanggulangi stunting. Program untuk suplementasi asam folat, suplementasi mikronutrien multipel, pemberian vitamin K, atau pemberian ASI eksklusif, serta perawatan antenatal, perinatal dan postnatal dilakukan melalui upaya berbasis kesehatan ibu dan anak. Upaya layanan berbasis masyarakat yang bertujuan meningkatkan skill of life ibu perlu diupayakan karena memiliki potensi untuk meningkatkan kesehatan dan gizi anak pada populasi yang sulit dijangkau. Dengan dikembangkannya Pusat Unggulan Institusi penangulangan stunting berbasis Kesehatan Ibu dan Anak dipilih oleh Poltekkes Kemnekes Bengkulu diharapkan prevalensi stunting di Provinsi Bengkulu yang saat ini sebesar 27,5% dapat terus menurun.

Saat ini Poltekkes Kemenkes Bengkulu telah memperoleh berbagai hibah penelitian dan kegiatan pengabdian masyarakat baik terkait stunting bebasis kesehatan ibu dan anak serta tingkat Internasional, nasional, Provinsi sehingga dirasakan telah cukup mampu untuk mengembangkan pusat unggulan ini. Selain itu Poltekkes Kemenkes Bengkulu mempunyai sarana dan prasarana yang mendukung pusat unggulan yaitu tersedianya peneliti  dosen pada tahun 2019 sebanyak 114 orang dengan kualifikasi pendidikan S3 sebanyak 6 orang dan latar belakang pendidikan S2 sebanyak 107 orang. Jumlah dosen yang sedang menempuh pendiidkan S3 sebanyak 5 orang.

Poltekkes Bengkulu telah memiliki Unit Penelitan dan Publikasi Ilmiah (UPPI) yang menjadi pusat pengelolaan serta pengembangan kegiatan Penelitan dan Publikasi Ilmiah.  Jumlah penelitian yang telah didanai untuk periode 3 tahun terakhir sebanyak 242 judul penelitian, dengan dana penelitian sebesar Rp. 2.657.279.400  .Penelitian Hibah dari luar Institusi telah didapatkan oleh Poltekkes Kemenkes Bengkulu antara lain Hibah Nasional terkait Kesehatan Ibu dan Anak Tahun 2014 dua judul penelitian, Tahun 2016 2 Penelitian, Tahun 2017 1 Penelitian dan Tahun 2018 1 Penelitian. Penelitian hibah Internasional yang telah dilakukan pada Tahun 2016 - 2017 sebanyak 3 penelitian.

Hibah Penelitian Nasional 3 buah (Badan Litbangkes dan BKKBN), hibah pengabdian masyarakat dari Dinas Kesehatan Provinsi 1 buah dan hibah dari Dinas Kesehatan Kota 1 buah.  Poltekkes Bengkulu juga melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat terkait kesehatan ibu dan Anak pada tahun 2017 telah dilaksanakan 54 kegiatan, dan Tahun 2018 telah dilakukan 28  kegiatan pengabdian masyarakat. Bentuk lain kegiatan pengabdian masyarakat yaitu kegiatan talk show di RRI Bengkulu tentang Kesehatan perempuan.

Poltekkes Sarana dan Prasarana yang dimiliki antara lain Guest House Training Center, perpustakaan, laboratorium terpadu kebidanan, keperawatan, gizi, analis, kesehatan lingkungan, promosi kesehatan, laboratorium bahasa dan multimedia, laboratorium computer, memiliki kerjasama lahan praktik berupa MOU dan MOA tingkat internasional 6 institusi yaitu Emilio Aquinaldo College, Escholar University, Malaka Medical Center Malaysia, SEAMEO RECFON, Lincoln University College, Burapha University Tahiland. Kerjasama tingkat Nasional dan lokal 145 intitusi dalam negeri.

Berdasarkan capaian diatas, maka disadariakanpentingnyakeberadaansuatu organisasiCoE(CentreofExcellence)atauPusatUnggulanIPTEKSyang menaungi aktifitasyang berkaitandengan upaya penanggulangan stunting berbasis kesehatan ibu dan anak maka diharapkan akan terjadi peningkatan  ilmu pengetahuan dan tehnologi serta akan menghasilkan produk penelitian yang dipublikasi pada jurnal internasional bereputasi dan nasional terakreditasi. Pengalaman metode pemecahan masalah melalui penanganan yang bersifat interprofesional kolaborasi akan meningkatkan luaran penelitian dan menghasilkan sumber daya manusia yang mampu bersaing secara global. Hasil produk terkait dengan peanggulangan stunting dapat dilakukan komersialisasi produk sehingga meningkatkan kemandirian institusi.

 

2. Roadmap Penelitian PUI PK Poltekkes Kemenkes Bengkulu

 

ROAD MAP PUI PENANGGULANGAN STUNTING BERBASIS KESEHATAN IBU DAN ANAK POLTEKKES KEMENKES BENGKULU



 

 

 

 

 

 

 

 

 

 3. FISH BONE Penelitian

 

 Kinerja Tahun 2019

 

No

Kelompok

Kegiatan

Jumlah

A

Academic Excellent

  1. Tatakelola jurnal nasional terakreditasi
  2. Desiminasi hasil penelitian melalui kegiatan seminar Internasional dan seminar Nasional
  3. Riset sesuai road map penelitian
  4. Bantuan Publikasi di Jurnal Internasional terindeks Scopus
  5. Bantuan Publikasi di Jurnal Nasional

1

3

 

6

 

1

5

B

Comercialization

Pengembangan jejaring dalam  Negeri

1

 

 

Workshop dan pelatihan

1

 

 

Pemasaran Produk Hasil Penelitian

1

 

 

Pengurusan, pemeliharaan dan pendampingan HKI

5

C

Capacity building

Peningkatan SDM

1

 

 

Penguatan system informasi data, kompetensi dan website

1

 

BAGIAN II

 

 

KEGIATAN : RISET SESUAI ROAD MAP PENELITIAN

 1. Latar Belakang

Untuk meningkatkan capaian PUI PK Penangggulangan Stunting Berbasis Kesehatan Ibu dan Anak Poltekkes Kemenkes Bengkulu selalu konsisten melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu kegiatan penelitian. Minat dosen Poltekkes Bengkulu melakukan riset ilmiah, setiap tahun mengalami peningkatan yang signifikan terutama riset berbasis kesehatan ibu dan anak serta tema riset stunting. Kegiatan Riset ilmiah Poltekkes Kemenkes Bengkulu sebagian besar didanai oleh Poltekkes Kemenkes Bengkulu melalui dana DIPA Poltekkes setiap tahun berjalan dalam bentuk Kegiatan Riset Pembinaan Tenaga Kesehatan (Risbinakes) Poltekkes Kemenkes. Risbinakes/Riset Pengembangan Dosen terutama ditujukan untuk melakukan pembinaan dibidang ilmiah serta memotivasi dosen selalu kompetitif dalam merancang dan melaksanakan riset ilmiah. Melalui kegiatan riset diharapkan dapat ystem sumbangan dalam pengembangkan ystem pengelolaan dan penyelenggaran pendidikan di Poltekkes Kemenkes Bengkulu dan meningkatkan capaian Pusat Unggulan Institusi Politeknik Kesehtan Bengkulu.

 2. Rasional

Kegiatan riset trekait tema PUIPenangggulangan Stunting Berbasis Kesehatan Ibu dan Anak Poltekkes Kemenkes Bengkulu akan meningkatakn kualitas penelitian dan merupakan wadah ilmiah bagi peneliti dosen dalam mengembangkan keilmuan terkait unggulan institusi.

  1. Mekanisme Dan Rancangan Kegiatan
  2. Dosen mengajukan proposal penelitian
  3. Tim mengidentifikasi proposal penelitian berdasarkan kesesuaian tema riset PUI
  4. Dosen melakukan seminar proposal penelitian dihadapan tim pakar internal dan eksternal
  5. Tim pakar melakukan penilaian kelayakan proposal penelitian
  6. Pembuatan SK Penelitian
  7. Pelaksanaan Penelitian
  8. Seminar hasil penelitian
  9. Pembuatan laporan hasil penelitian dan petanggungjawaban dana penelitian

 

  1. Luaran Kegiatan

Tercapainya kegiatan riset sesuai road map penelitian PUI Poltekkes Kemenkes Bengkulu sebanyak 5 penelitian.

  1. Jadwal Kegiatan

 

Kegiatan

Mar

Apr

Mei

Jun

Jul

Agus

Sep

Okt

Nov

Des

  1. Dosen mengajukan proposal penelitian

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Tim mengidentifikasi proposal penelitian berdasarkan kesesuaian tema riset PUI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Dosen melakukan seminar proposal penelitian dihadapan tim pakar internal dan eksternal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Tim pakar melakukan penilaian kelayakan proposal penelitian

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Pembuatan SK Penelitian

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Pelaksanaan Penelitian

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Seminar hasil penelitian

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Pembuatan laporan hasil penelitian dan petanggungjawaban dana

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Anggaran

 

 

No

Kegiatan

Rincian

Jumlah

Ket

1

Penelitian skema  Penelitian Berbasis Kompetensi (PBK)

 

1 pt Xx Rp. 50.000.000

Rp. 50.000.000

Penelitiaan sesuai dengan skema yang ada di Polekkes Kemenkes Bengkulu

2

Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi

2  pt x Rp. 25.000.000

Rp. 50.000.000

3

Penelitian Dosen Pemula (PDP)

1 pt x Rp. 10.000.000

Rp. 10.000.000

4

Penelitian Strategi Nasional (PSN)

1 pt x Rp. 150.000.000

Rp. 150.000.000

 

Jumlah

 

Rp.260.000.000

 

 

  1. Person In Charge

Penanggung Jawab : Dr. Demsa Simbolon, SKM,MKM

  Anggota                    : Lusi Andriani, SKM, MPH

                                      Kamsiah, SST, M.Kes

       Linda, SST, M.Kes

        Administrasi :                  Desri Suryani, SKM,M.Kes

 

 

 

 

KEGIATAN : DESIMINASI HASIL PENELITIAN MELALUI KEGIATAN SEMINAR INTERNASIONAL DAN SEMINAR NASIONAL

 

  1. Latar Belakang

Salah satu kegiatan penelitian adalah desiminasi hasil penelitian melalui seminar internasional dan seminar nasiional, oleh karena itu penerbitan artikel yang telah ditulis oleh dosen merupakan upaya yang sangat strategis untuk meningkatkan kualitas penelitian yang telah dihasilkan oleh PUI Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Dengan didesiminasikannya penelitian secara global sehingga hasil penelitian akan dikenal secara nasional dan internasional. Oleh karena itu Poltekkes Kemenkes Bengkulu berkomitmen untuk memberikan dukungan kepada seluruh dosen yang akan melakukan desiminasi kegiatan penelitian baik secara nasional dan internasional.

2. Rasional

Salah satu upaya untuk melakukan desiminasi hasil penelitian adalah melalui kegiatan seminar, oleh karena itu PUI perlu memberikan dukungan kepada semua dosen agar dapat melakukan publikasi hasil penelitian  sehingga hasil penelitian akan dikenal secara nasional dan Internasional.yang telah diakui

  1. Mekanisme Dan Rancangan Kegiatan
  2. Dosen mengirimkan artikel ilmiah ke tempat yang dituju baik seminar Nasional ataupun Internasional
  3. Dosen menerima Letter of Acceptance atas artikel yang dituju
  4. Dosen melengkapi syarat administrasi
  5. Dosen menyampaikan permohonan dana ke PUI
  6. Dosen melakukan Seminar
  7. Dosen menyampaikan laporan, prosiding yang diterbitkan

 3. Luaran Kegiatan

  1. Sekurang-kurangnya 1 artikel disubmit di seminar Internasional
  2. Sekurang-kurangnya 2 artikel di submit di Seminar Nasional

 

 4. Jadwal Kegiatan

Kegiatan

Mar

Apr

Mei

Jun

Jul

Agus

Sep

Okt

Nov

Des

  1. Dosen mengirimkan artikel ilmiah ke tempat yang dituju baik seminar Nasional ataupun Internasional

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Dosen menerima Letter of Acceptance atas artikel yang dituju

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Dosen melengkapi syarat administrasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Dosen menyampaikan permohonan dana ke PUI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Dosen melakukan Seminar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Dosen menyampaikan laporan, prosiding yang diterbitkan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 5.ANGGARAN

 

No

Kegiatan

Rincian

Jumlah

Ket

1

Seminar Internasional

 

1 pt Xx Rp25.000.000

Rp. 25..000.000

 

2

Seminar Internasional

 

1  pt x Rp. 10.000.000

Rp. 10.000.000

 

Jumlah

 

Rp.35.000.000

 

  1. PERSON IN CHARGE

Penanggung Jawab : Dr. Drg. Daisy Novira

Anggota                    : Epti Yorita, SST,MPH

   Resva Meinisasti, S.Farm, Apt, M.Farm

Administrasi          : Ghazali, SKM,M.Kes

 

 

KEGIATAN : BANTUAN PUBLIKASI PADA SEMINAR NASIONAL DAN INTERNASIONAL

 

  1. Latar Belakang

Salah satu kegiatan penelitian adalah desiminasi hasil penelitian melalui seminar internasional dan seminar nasiional, oleh karena itu penerbitan artikel yang telah ditulis oleh dosen merupakan upaya yang sangat strategis untuk meningkatkan kualitas penelitian yang telah dihasilkan oleh PUI Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Dengan didesiminasikannya penelitian secara global sehingga hasil penelitian akan dikenal secara nasional dan internasional. Oleh karena itu Poltekkes Kemenkes Bengkulu berkomitmen untuk memberikan dukungan kepada seluruh dosen yang akan melakukan desiminasi kegiatan penelitian baik secara nasional dan internasional.

2.Rasional

Salah satu upaya untuk melakukan desiminasi hasil penelitian adalah melalui kegiatan seminar, oleh karena itu PUI perlu memberikan dukungan kepada semua dosen agar dapat melakukan publikasi hasil penelitian  sehingga hasil penelitian akan dikenal secara nasional dan Internasional.yang telah diakui

  1. Mekanisme Dan Rancangan Kegiatan
  2. Dosen mengirimkan artikel ilmiah ke tempat yang dituju baik seminar Nasional ataupun Internasional
  3. Dosen menerima Letter of Acceptance atas artikel yang dikirim
  4. Dosen melengkapi syarat administrasi
  5. Dosen menyampaikan permohonan dana ke PUI
  6. Dosen melakukan Seminar
  7. Dosen menyampaikan laporan, prosiding yang diterbitkan

 3.Luaran Kegiatan

  1. Sekurang-kurangnya 2 artikel di submit di Seminar Nasional

 

 

 4.Jadwal Kegiatan

Kegiatan

Mar

Apr

Mei

Jun

Jul

Agus

Sep

Okt

Nov

Des

  1. Dosen mengirimkan artikel ilmiah ke tempat yang dituju baik seminar Nasional ataupun Internasional

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Dosen menerima Letter of Acceptance atas artikel yang dituju

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Dosen melengkapi syarat administrasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Dosen menyampaikan permohonan dana ke PUI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Dosen melakukan Seminar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Dosen menyampaikan laporan, prosiding yang diterbitkan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 5.ANGGARAN

No

Kegiatan

Rincian

Jumlah

Ket

1

Publikasi Jurnal Nasional Terakreditasi

 

5 pt x Rp3.000.000

Rp. 15..000.000

 

 

Jumlah

 

Rp.35.000.000

 

  1. PERSON IN CHARGE

Penanggung Jawab : Dr. Drg. Daisy Novira

Anggota                    : Epti Yorita, SST,MPH

   Resva Meinisasti, S.Farm, Apt, M.Farm

Administrasi          : Ghazali, SKM,M.Kes

 

 

KEGIATAN : BANTUAN PUBLIKASI PADA JURNAL  INTERNASIONAL TERINDEKS SCOPUS

 

 

  1. Latar Belakang

Salah satu penilaian Pusat Unggulan Institusi adalah emlalui kegiatan capaian akademik yaitu publikasi Internasional paada jurnal terindeks Scopus. Selai itu akselerasi akreditasi menjadi bagian penting dan menajdi prioritas bagi Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Salah satu hal penting guna mendukung akreditasi Institusi adalh publikasi kaaryaa ilmiah pada jurnal terindeks Scopus. Jurnal ilmiah bereputasi ini bertujuan untuk mendesiminasikaan hasil penelitian secara global sehingga dikenal di dunia internasional..

2.Rasional

Salah indicator yang dinilai dalam akreditasi Institusi adallah publikasi hasil penelitian pada jurnal Internasional terindeks Scopus, akan tetapi saat ini masih sedikit dosen di Poltekkes Kemenkes Bengkulu yang dapat mempublikasikan hasil penelitiannya pada jurna tersebut diatas. Oleh karena itu Institusi melalui wadah PUI memfasilitasi pendanaan hasil penelitian untuk dipublikasikan pada jurnal internasional terindeks Scopus.

 4. Tujuan Kegiatan

      1.            Meninkatkan capaian reputasi akademik dosen pada PUI

      2.            Meningkatkan capaian akademik PUI

      3.            Meningkatkan akreditasi Institusi Poltekkes Kemenkes Bengkulu

5. MEKANISME DAN RANCANGAN KEGIATAN

  1. Mengidentifikasi hasil penelitian yang ada
  2. Menjaring proposal penelitian melalui Pusat penelitian Poltekkes Kemenkes Bengkulu
  3. Memfasilitasi pelaksanaan Penelitian di Puast Unggulan Poltekkes Kemenkes Bengkulu
  4. Memfasilitasi haasil penelitian utuk dipublikasikan ke jurnal terindeks scopus
  5. Dosen mengirimkan artikel
  6. Dosen Menerima LoA
  7. PUI PK Memfasilitasi pendanaan
  8. Dosen melaporkan jurnal yang terbit

 6. LUARAN KEGIATAN

  1. Sekurang-kurangnya 1 (satu) manuscript yang telah disubmit ke jurnal internasional terindeks scopus
  2. JADWAL KEGIATAN

Kegiatan

Mar

Apr

Mei

Jun

Jul

Agus

Sep

Okt

Nov

Des

  1. Mengidentifikasi hasil penelitian yang ada

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Menjaring proposal penelitian melalui Pusat penelitian Poltekkes Kemenkes Bengkulu

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Memfasilitasi pelaksanaan Penelitian di Puast Unggulan Poltekkes Kemenkes Bengkulu

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Memfasilitasi haasil penelitian utuk dipublikasikan ke jurnal terindeks scopus

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Dosen mengirimkan artikel

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Dosen Menerima LoA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. PUI PK Memfasilitasi pendanaan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Dosen melaporkan jurnal yang terbit

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 8. ANGGARAN

No

Kegiatan

Rincian

Jumlah

Ket

1

Biaya Publikasi di Jurnal Terindeks Scopus

 

1 pt Xx Rp25.000.000

Rp. 25..000.000

 

 

Jumlah

 

Rp.25.000.000

 9.PERSON IN CHARGE

Koordinator

:

Dr. Tonny Cortis Maigoda, SKM, MA

Anggota

 

Administrasi

:

Dahrizal, SKp, M.Kes

Ns. Nehru, S.Kep,M.Kep

Rini Patroni, SST, M.Kes

 

 

 

 

 

KEGIATAN : BANTUAN PUBLIKASI PADA JURNAL  NASIONAL TERAKREDITASI

 

 

  1. Latar Belakang

Salah satu penilaian Pusat Unggulan Institusi adalah emlalui kegiatan capaian akademik yaitu publikasi nasional pada jurnal terakreditasi. Selain itu akselerasi akreditasi menjadi bagian penting dan menajdi prioritas bagi Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Salah satu hal penting guna mendukung akreditasi Institusi adalah publikasi karya ilmiah pada jurnal terakreditasi sebagai wadah untuk mendesiminasikaan hasil penelitian Pusat Unggulan Institusi Poltekkes Kemenkes Bengkulu.

2.Rasional

Salah indicator yang dinilai dalam akreditasi Institusi adallah publikasi hasil penelitian pada jurnal terakreditasi, akan tetapi saat ini masih sedikit dosen di Poltekkes Kemenkes Bengkulu yang dapat mempublikasikan hasil penelitiannya pada jurna tersebut diatas. Oleh karena itu Institusi melalui wadah PUI memfasilitasi pendanaan hasil penelitian untuk dipublikasikan pada jurnal jurnal nasionalterakreditasi.

 3.Tujuan Kegiatan

  1.       Meninkatkan capaian reputasi akademik dosen pada PUI
  2.       Meningkatkan capaian akademik PUI
  3.       Meningkatkan akreditasi Institusi Poltekkes Kemenkes Bengkulu

4.MEKANISME DAN RANCANGAN KEGIATAN

  1. Mengidentifikasi hasil penelitian yang ada
  2. Menjaring proposal penelitian melalui Pusat penelitian Poltekkes Kemenkes Bengkulu
  3. Memfasilitasi pelaksanaan Penelitian di Puast Unggulan Poltekkes Kemenkes Bengkulu
  4. Memfasilitasi haasil penelitian utuk dipublikasikan ke jurnal terindeks scopus
  5. Dosen mengirimkan artikel
  6. Dosen Menerima LoA
  7. PUI PK Memfasilitasi pendanaan
  8. Dosen melaporkan jurnal yang terbit

 5. LUARAN KEGIATAN

  1. Sekurang-kurangnya 5  (satu) manuscript yang telah disubmit ke jurnal internasional terindeks scopus
  2. JADWAL KEGIATAN

Kegiatan

Mar

Apr

Mei

Jun

Jul

Agus

Sep

Okt

Nov

Des

  1. Mengidentifikasi hasil penelitian yang ada

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Menjaring proposal penelitian melalui Pusat penelitian Poltekkes Kemenkes Bengkulu

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Memfasilitasi pelaksanaan Penelitian di Puast Unggulan Poltekkes Kemenkes Bengkulu

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Memfasilitasi haasil penelitian utuk dipublikasikan ke jurnal terindeks scopus

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Dosen mengirimkan artikel

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Dosen Menerima LoA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. PUI PK Memfasilitasi pendanaan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Dosen melaporkan jurnal yang terbit

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

.

 

  1. ANGGARAN

No

Kegiatan

Rincian

Jumlah

Ket

1

Biaya Publikasi di Jurnal Terindeks Scopus

 

1 pt Xx Rp3.000.000

Rp. 15..000.000

 

 

Jumlah

 

Rp.15.000.000

ARAN

 

  1. PERSON IN CHARGE

Koordinator

:

Dr. Tonny Cortis Maigoda, SKM, MA

Anggota

 

Administrasi

:

Dahrizal, SKp, M.Kes

Ns. Nehru, S.Kep,M.Kep

Rini Patroni, SST, M.Kes

 

 

 

  1. KEGIATAN : PENGEMBANGAN JEJARING DALAM  NEGERI PEMBUATAN KAMPUNG TEMATIK KEMITRAAN  DENGAN PEMERINTAH KOTA BENGKULU TAHUN 2019.

 

  1. LATAR BELAKANG

Sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas capaian PUI Poltekkes Kemenkes Bengkulu makan diperlukan program kemitraan dan atau jejaring dalam negeri dengan berbagai instansi terkait. Melalui program pengembangan jejaring maka pelaksanaan penelitian, pengabdian masyarakat dan desiminasi hasil penelitian dapat bermanfaat dan dilaksanakan sehingga menghasilkan dukungan berupa kebijakan dan pendanaan dalam rangka  penanggulangan stunting berbasis kesehatan ibu dan anak di Provinsi Bengkulu.   Jejaring yang akan dibangun akan sangat besar kontribusinya dalam kegiatan pelaksanaan program PUI Poltekkes kemnkes Bengkulu.

Salah satu jejaring yang akan dikembangkan oleh PUI Poltekkes Kemenkes Bengkulu adalah program kemitraan dengan Pemerintah Kota Bengkulu Tahun 2019 berupa Pengembangan Kampung Tematik. Kampung Tematik selain dikembangkan sebagai kampung daerah tujuan wisata Kota Bengkulu juga akan dimodifikasi dengan muatan positif promosi kesehatan ibu dan anak sebagai upaya pencegahan stunting daerah pesisir di perkotaan. Kegiatan penanggulangan stunting juga akan dikembangkan dalam kegiatan kampung tematik disamping usaha-usaha yang berhubungan dengan peningkatan produktivitas masyarakat dalam berbagai usaha kecil dan menengah sehingga akan menajdi sumber pengahsilan keluarga yang akan berdampak pada tingkat kesejahteraan dan peningkatan taraf hidup masyarakat.  Peningkatan taraf hidup masyarakat diharapkan akan berdampak pada perubahan pola hidup sehat. Pendanaan kemitraan kampung tematik berasal dari hibah Pemerintah Kota Bengkulu sebesar Rp. 100.000.000 (Seratus Juta Rupiah). Kampung tematik juga sebagai daerah binaan PUI Poltekkes Kemenkes Bengkulu, akan dikembangkan juga sebagai wilayah penelitan, pengabdian masyarakat dalam berbagai program yang berhubungan upaya penanggulangan stunting berbasis kesehatan ibu dan anak sehingga program ini akan meningkatkan luaran positif dibidang kesehatan

2.RASIONAL

Salah indikator komersialisasi akademik yang dinilai bagi kemajuan PUI PK adalah dengan adanya jejaring kemitraan berbagai sektor, sehingga Poltekkes Kemenkes Bengkulu berkomitmen untuk membangun jejaring dengan intansi lain baik dalam bidang penelitian, pengabdian masyarakat. Adanya MOU dengan Pemerintah Kota Bengkulu Tahun 2019  tentang pembentukkan kampung Tematik  merupakan sarana yang baik dalam mengembangkan kemampuan PUI untuk melakukan berbagai kegiatan terkait penanggulangan stunting berbasis kesehatan ibu dan anak. Modifikasi kampung tematik yang bermuatan wisata kearah pembangunan bidang kesehatan akan meningkatkan luaran positif bagi kesehatan ibu dan anak.

TUJUAN KEGIATAN

  1. Membangun jejaring kemitraan antara Poltekkes Kemenkes Bengkulu dengan Pemerintah Kota Bengkulu dalam pembentukan kampung tematik
  2. Membuat daerah binaan sebagai lokasi kegiatan pengabdian masyarakat   
  3. Meningkatkan kualitas pengabdian masyarakat yang dihasilkan oleh PUI 
  4. Memperoleh masukkan sebagai bahan penyempurrnaan dan penguatan lembaga PUI
  5. Memperbaiki program PUI berdasarkan tuntutan kebutuhan masyarakat terkini

Mekanisme dan Rancangan Kegiatan

  1. Mengidentifikasi kegiatan yang ada
  2. Menelusuri kemungkinan jejaring yang akan di bangun dengan instansi terkait
  3. Pembuatan MOU
  4. Pelaksanaan Kegiatan
  5. Penyampaian hasil Kegiatan
  6. Evaluasi Hasil Kegiatan
  7. RTL Kegiatan

 

LUARAN KEGIATAN

  1. Sekurang-kurangnya  1  (satu)  jejaring kerjasama yang dibangun oleh PUI Poltekkes Kemenkes Bengkulu dengan instansi terkait berupa pembuatan Kampung Tematik dengan pembiayaan dari Pemerintah daerah Kota Bengkulu.

JADWAL KEGIATAN

Kegiatan

Mar

Apr

Mei

Jun

Jul

Agus

Sep

Okt

Nov

Des

  1. Mengidentifikasi kegiatan yang ada

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Menelusuri kemungkinan jejaring yang akan di bangun dengan instansi terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Pembuatan MOU

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Pelaksanaan Kegiatan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Penyampaian hasil Kegiatan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. RTL Kegiatan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

.

  1. ANGGARAN

No

Kegiatan

Rincian

Jumlah

Ket

1

Biaya Kerjasama/membangun jejaring

 

1 pt Xx Rp100..000.000

Rp. 100..000.000

 

 

Jumlah

 

Rp.25.000.000

 

  1. PERSON IN CHARGE

Koordinator

:

Yuniarti, SST,M.Kes

Anggota

Administrasi

:

Afrina Mizawati, SKM,MPH

Melly Gustina, SKM,M.Kes

Linda, SST

Sahidan, M.Kes

 

 

  1. KEGIATAN KEGIATAN : KONTRAK NON RISET FASILITATOR TRAINING OF TRAINNER (TOT) DAN ORIENTASI KADER PENGUATAN POSYANDU PEMBERDAYAAN KADER BERBASIS PENANGGULANGAN STUNTING 

 

  1. LATAR BELAKANG

Salah satu kegiatan pemberdayaan masyarakat yang memiliki usaha kegiatan masyarakat berbasis kesehatan (UKBM) yang dapat dimanfaatkan dalam pemberian promosi kesehatan adalah posyandu. Posyandu merupakan bentuk partisipasi masyarakat yang merupakan salah satu tatanan pendidikan dan pemantauan kesehatan masyarakat, yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat untuk memberdayakan dan memberi kemudahan masyarakat dalan pelayanan kesehatan dasar Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan Keluarga Berencana (KB) (Kemenkes, 2013).

Promosi kesehatan masyarakat di Posyandu merupakan salah satu tanggungjawab kader posyandu diwilayah kerjanya masing-masing, Untuk efektifitas pelaksanaan dan pencapaian tujuan promosi kesehatan, tehnis posyandu dilaksanakan oleh kader sehingga diperlukan pemahaman dan keterampilan kader dalam konsep dan tehnis menyusui ASI ekskluisf. Pentingnya peranan kader dalam memberdayakan masyarakat guna menurunkan tingkat kematian bayi dan balita di Indonesia tidak diragukanlagi  (Iswarawanti, 2010)

Peran kader posyandu saat ini belum maksimal, sehingga pemerintah mengeluarkan kebijakan revitalisasi posyandu melalui pengembangan dan pelatihan kader. Menurut Iswarawanti (2010), kader diharapkan berperan aktif dan mampu menjadi pendorong, motivator dan penyuluh masyarakat, Kader dapat membantu mobilisasi sumber daya masyarakat, mengadvokasi masyarakat serta membangun kemampuan lokal. Kader merasa bahagia dan bangga dengan tugas yang dijalankan karena mereka telah dianggap sebagai bagian dari sistem kesehatan dan pemerintahan. Walaupun kader akan lebih merasa dihargai bila mereka mendapatkan manfaat finansial maupun non-finansial, tetapi kader pada umumnya menerima dengan ikhlas dan sangat bangga bila harapan mereka tercapai yaitu masyarakat aktif datang ke Posyandu secara teratur sehingga masyarakat mampu menjaga kesehatan dan gizi anak mereka.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah kejadian stunting adalah melalui pemberdayaan kader posyandu. Untuk itu Kementerian Kesehatan melakukan berbagai program terkait hal ini diantaranya Training of Trainner (TOT) dan Orientasi Kader Penguatan Posyandu Pemberdayaan Kader Berbasis Penanggulangan Stunting di daerah lokus Stunting dengan kemitraan Perguruan Tinggi di Indonesia. PUI Poltekkes Kemenkes Bengkulu merupakan Perguruan Tinggi yang terpilih dari lima perguruan tinggi di Indonesia, hal ini selaras dengan unggulan institusi sebagai Pusat penanggulangan Stunting Berbasis Kesehatan Ibu dan Anak, oleh karena itu salah satu kegiatan yang dilakukan adalah berdasarkan kegiatan kemitraan ini. Pembiayaan kegiatan ini berasal dari Kementerian kesehatan RI.

2. RASIONAL

Salah satu kegiatan pemberdayaan masyarakat yang memiliki usaha kegiatan masyarakat berbasis kesehatan (UKBM) yang dapat dimanfaatkan dalam pemberian promosi kesehatan adalah posyandu yang bertujuan memberdayakan dan memberi kemudahan masyarakat dalam pelayanan kesehatan dasar Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan Keluarga Berencana (KB). Peran kader posyandu saat ini belum maksimal, sehingga pemerintah mengeluarkan kebijakan revitalisasi posyandu, ini diantaranya Training of Trainner (TOT) dan Orientasi Kader Penguatan Posyandu Pemberdayaan Kader Berbasis Penanggulangan Stunting di daerah lokus Stunting dengan kemitraan Perguruan Tinggi di Indonesia. PUI Poltekkes Kemenkes Bengkulu merupakan Perguruan Tinggi yang terpilih dari lima perguruan tinggi di Indonesia, selaras dengan unggulan institusi sebagai Pusat penanggulangan Stunting Berbasis Kesehatan Ibu dan Anak.

3.TUJUAN KEGIATAN

  1. Menyediakan tenaga terlatih yang dapat sebagai Trainner tingkat Provinsi
  2. Menyediakan Tenaga terlatih sebagai trainer di tingkat Kabupaten atau Kota
  3. Menyedikan petugas Promkes, puskesmas/ Kader/aparat desa yang ditingkatkan kemampuannya
  4. Melakukan proses MMD di tingkat Desa.

MEKANISME DAN RANCANGAN KEGIATAN

  1. Persiapan
  2. Penyusunan Materi
  3. Pelaksanaan TOT
  4. Orientasi kader
  5. Supervisi dan Evaluasi
  6. Pelaporan

 

LUARAN KEGIATAN

1. Terlaksananya Training of Trainner (TOT) dan Orientasi Kader Penguatan Posyandu Pemberdayaan kader Berbasis Penanggulangan Stunting tahun 2019 oleh PUI Poltekkes Kemenkes Bengkulu

JADWAL KEGIATAN

Kegiatan

Mar

Apr

Mei

Jun

Jul

Agus

Sep

Okt

Nov

Des

  1. Persiapan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Penyusunan Materi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Pelaksanaan TOT

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Orientasi kader

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Supervisi dan Evaluasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Pelaporan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

.

 

 

  1. ANGGARAN

No

Kegiatan

Rincian

Jumlah

Keterangan

1

Transport, Konsumsi peserta ToT

 

@ Rp.2000000

Rp.2000000 (setiap peserta ToT)

Pembiayaan ToT sepenuhnya oleh DIPA Kemenkes RI Direktorat Promosi dan pemberdayaan Masyarakat, saat ini tehnis kegiatan masih dalam tahap Rapat persiapan yang akan dilaksanakan Rabu, 13 Maret 2019 di Ruang Rapat Gedung Adhyaksa Kemenkes RI

 

  1. PERSON IN CHARGE

Koordinator

:

Yuniarti, SST,M.Kes

Anggota

 

 

 

 

 

 

 

 

Administrasi

:

Melly Gustina, SKM,M.Kes

Rita zahara, SE

Eliana, SKM,MPH

Reka Lagora Marsofely

Linda SST

Epti Yorita, SST,MPH

Dino SUmaryono, SKM,MPH

Rini Patroni, SST,M.Kes

Ismiati, SKM,MPH

Afrina Mizawati, SKM,MPH

 

 

  1. KEGIATAN : PEMASARAN PRODUK HASIL PENELITIAN

 

  1. Latar Belakang

Salah satu hasil dari penelitian adalah dihasilkannya produk-produk yang merupakan luaran dari penelitian. Dalam rangka menjamin keberlangsungan pusat unggulan institusi maka diperlukan pemasaran produk sebagai bagian dari komersialisasi institusi dan penghargaan atas temuan ilmiah dari peneliti. Produk yang dipasarkan dari hasil penelitian harus mendapatkan dukunagn penuh dari PUI baik dari pemasarana ataupun dukungan dana untuk proses produksi. Oleh karena itu PUI Poltekkes Kemenkes Bengkulu mndukung penuh upaya komersiaisasi produk yang merupakan luaran penelitian untuk dipasarkan kepada masyarakat luas, sehingga temuan penelitian dapat dimanfaatkan guna meningkatkan mutu kehidupan manusia. Upaya pemasaran produk hasil penelitian juga merupakan daya ungkit bagi kemajuan PUI dan meningkatkan skor capaian innstitusi Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Pemasaran produk penelitian merupakansalahsatudarikegiatan-kegiatan pokokyang dilakukan oleh PUI dalamusahanyauntukmempertahankan kelangsunganhidupnya,untukberkembangdanuntukmendapatkanlaba.

Keberhasilannyadalammelakukaninovasiproduk berbasis penelitian berarti PUI Poltekkes Kemenkes Bengkulu lebihmaju  oleh karena itu pemasaran  produkharusbetul-betuldirencanakan dandilakukandengancermat,pemasaranyanginovatif sesuai kebutuhan masyarakat. Untuk meningkatkan keberhasilanpemasaran produk dalammencapaitujuan dipengaruhiolehkemampuan PUI dalammemasarkan produknya sehingga dapatmenjualproduknyadenganhargayang menguntungkan padatingkatkualitasyang diharapkan,akanmampumengatasi tantangandari parapesaingterutamadalambidangpemasaran. Produk yang akan dipasarkan oleh PUI Bra Breast Care yang berguna untuk mengatasi masalaha menyusui pada ibu dengan putting susu terbenam sehingga masalah gizi pada bayi dan balita yang merupakan penyebab stunting dapat dicegah. Keberhasilan pemasaran produk ini akan meningkatkan kinerja PUI Poltekkes Kemenkes Bengkulu.

 2.Rasional

Pemasaran produk sebagai bagian dari komersialisasi PUI Poltekkes Kemenkes Bengkulu dan penghargaan atas temuan ilmiah dari peneliti  harus dilakukan untuk menjamin keberlangsungan pusat unggulan institusi melalui usaha-usaha berkelanjutan.

 3. Tujuan Kegiatan

  1. Meningkatkan komersialisasi produk hasil penelitian
  2. Menjamin keberlangsungan PUI Poltekkes Kemenkes Bengkulu

 

4. MEKANISME DAN RANCANGAN KEGIATAN

  1.  Mengidentifikasi produk yang akan dipasarkan
  2. Analisis sumber daya dan lingkungan PUI.
  3. Pembuatan produk contoh
  4. Ujicoba Produk pada pasar
  5. Evaluasi daya terima produk dan perbaikan mutu produk
  6. Produksi produk

5.LUARAN KEGIATAN

  1. Terlaksananya minimal satu produk yang mempunyai nilai jual dan dipasarkan

 6.JADWAL KEGIATAN

Kegiatan

Mar

Apr

Mei

Jun

Jul

Agus

Sep

Okt

Nov

Des

  1. Mengidentifikasi produk yang akan dipasarkan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Analisis sumber daya dan lingkungan PUI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Analisis kebutuhan pasar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Pembuatan produk contoh

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Ujicoba Produk pada pasar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Evaluasi daya terima produk dan perbaikan mutu produk

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Produksi produk

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Evaluasi hasil

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

.

  1. ANGGARAN

No

Kegiatan

Rincian

Jumlah

1

Foto copy

 

1  pt  x Rp. 300.000

 

2

Laporan

1  pt x Rp. 75.000

 

3

Biaya Promosi

1  pt  x Rp. 5.000.000

 

4

Bahan produksi

1  pt  x Rp.50000000

 

5

Belanja Jasa

 

 

Jasa Pembuatan Produk

1  pt  x Rp.20000000

 

6

Bahan Kontak evaluasi produk

30 OR x 2 kl x 100000

 

7

Transport  Lapangan

10 Or x 5 Kl x 50000

 

 

  1. PERSON IN CHARGE

Koordinator

:

Eliana, SKM,MPH

Anggota

Administrasi

:

Epti Yorita, SST,M.Kes

Desi Widiyanti, SKM,M.Kes

Rita zahara, SE

 

 

 

 KEGIATAN : PENGURUSAN, PEMELIHARAAN DAN PENDAMPINGAN HKI

 

  1. Latar Belakang

HaKI sangat penting dalam rangka melindungi karya dan menghargai karya milik orang lain. HaKI atau Hak atas Kekayaan Intelektual adalah hak eksklusif yang diberikan suatu hukum atau peraturan kepada seseorang atau sekelompok orang atas karya ciptanya. Pada intinya HaKI adalah hak untuk menikmati secara ekonomis hasil dari suatu kreativitas intelektual. Objek yang diatur dalam HaKI adalah karya-karya yang timbul atau lahir karena kemampuan intelektual manusia. Setiap hak yang digolongkan ke dalam HaKI harus mendapat kekuatan hukum atas karya atau ciptannya.

 2. RASIONAL

Tata kelola jurnal nasional terakreditasi pada PUI Poltekkes Kemnekes Bengkulu diharapkan dapat sebagai wadah publikasi hasil penelitian terkait penanggulangan stunting berbasis kesehatan ibu dan anak serta sebagai sarana desiminasi hasil penelitian terkait.

 

3. Tujuan

  1. Antisipasi kemungkinan melanggar HaKI milik pihak lain
  2. Meningkatkan daya kompetisi dan pangsa pasar dalam komersialisasi kekayaan intelektual
  3. Bahan pertimbangan dalam penentuan strategi penelitian, usaha dan industri di Indonesia

 4. MEKANISME DAN RANCANGAN KEGIATAN

  1. Penjaringan hasil penelitian yang dilakukan dosen PUI Poltekkes Kemenkes Bengkulu
  2. Dosen mengajukan permohonan HaKI
  3. Dosen mendaftarkan hasil penelitian atau karya ilmiah ke Dirjen Kekayaan Intelektual Indonesia, sesuai persyaratan yang ada
  4. Dosen melakukan pembayaran biaya penerbitan HaKi
  5. Dosen memperoleh HaKI
  6. Dosen membuat permohonan  klaim pembayaran ke PUI Poltekkes Kemenkes Bengkulu
  7. HaKI diarsipkan

 5. LUARAN KEGIATAN

  1. Sekurang-kurangnya 2 HaKi diperoleh dalam tahun 2019

 

  1. JADWAL KEGIATAN

Kegiatan

Mar

Apr

Mei

Jun

Jul

Agus

Sep

Okt

Nov

Des

  1. Penjaringan hasil penelitian yang dilakukan dosen PUI Poltekkes Kemenkes Bengkulu

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Dosen mengajukan permohonan HaKI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Dosen mendaftarkan hasil penelitian atau karya ilmiah ke Dirjen Kekayaan Intelektual Indonesia, sesuai persyaratan yang ada

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Dosen melakukan pembayaran biaya penerbitan HaKi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Dosen memperoleh HaKI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Dosen membuat permohonan  klaim pembayaran ke PUI Poltekkes Kemenkes Bengkulu

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. HaKI diarsipkan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. ANGGARAN

No

Kegiatan

Rincian

Jumlah

Ket

1

Pengurusan HaKi

 

2  pt  x Rp. 400.000

Rp. 800.000

Biaya HaKi at cost

 

  1. PERSON IN CHARGE

Penanggung Jawab : Dr. Betty Yosephin, SKM,MKM

  Anggota                    : Jubaidi, SKM, M.Kes

                                      Ratna Dewi, SKM,MPH

Administrasi             :  Raing Adeko, ST,MT

                                    

 

 

 

Mars Poltekkkes

adultpornmovie pornminutes xxxndx sluttyteensex xxxvideotuber hollyporno thebestpornsite porntrixx hotmomteenxxx freexvideotubes fastmobiporn sextubesvideos toutpornoxxx sexmagxxx sextresxxx moviesporno realpornfilms.com duvporno.org pornovidio pornholo sponsor hotporntub.info

video

Cara Memasukkan Playlist Lagu Pada Dokumen HTML